MATERI
SKK PHBS DI RUMAH TANGGA
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan
dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya. Dengan perkataan lain bahwa masyarakat diharapkan
mampu berperan dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya, serta
berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di lingkungannya.
Pemberdayaan masyarakat termasuk Pramuka merupakan modal pembangunan di
masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Pramuka
sebagai kader bangsa dan kader pembaharu di bidang kesehatan, perlu mengerti
dan memahami pelaksanaan PHBS di Rumah Tangga. Melalui upaya pemberdayaan
Pramuka sebagai teladan dan penggerak penerapan PHBS di Rumah Tangga diharapkan
setiap anggota rumah tangga tahu, mau dan mampu menolong diri sendiri di bidang
kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi
masalah kesehatan yang dihadapi, serta memanfaatkan pelayanan kesehatan yang
ada.
1. Pengertian
PHBS di Rumah Tangga
a. Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
adalah semua perilaku anggota keluarga di bidang kesehatan yang
dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong
dirinya di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan
masyarakatnya.
PHBS
dapat di kelompokkan dalam beberapa bidang, yaitu :
§
Bidang Kebersihan Perorangan,
seperti cuci tangan pakai air bersih yang mengalir dan sabun, mandi paling
sedikit 2 kali dalam sehari, menggosok gigi setelah makan pagi dan sebelum
tidur,
§
Bidang Gizi, seperti makan
makanan bergizi seimbang, makan aneka ragam makanan, makan buah dan sayur
setiap hari, mengonsumsi Garam Beryodium, menimbang berat badan dan mengukur
tinggi badan setiap bulan,
§ Bidang Kesehatan Lingkungan, seperti membuang sampah di tempatnya,
memberantas jentik nyamuk, menggunakan jamban bila buang air besar dan buang
air kecil.
b. PHBS di
Rumah Tangga
Adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan
mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan di masyarakat.
2. Manfaat
melaksanakan PHBS di Rumah Tangga
1. Tubuh
menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit.
2. Semangat
belajar meningkat, prestasi sekolah pun meningkat.
3. Giat
membantu pekerjaan sehari-hari di rumah.
4. Lingkungan
di sekitar rumah menjadi lebih bersih dan sehat.
3. Indikator
PHBS di Rumah Tangga
0. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
Alasan
persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatan :
§
Tenaga Kesehatan sudah ahli dalam
membantu persalinan sehingga lebih menjamin keselamatan ibu dan anak.
§
Apabila ada kelainan bisa segera
ditolong atau dirujuk ke Puskesmas atau Rumah sakit.
§
Tenaga kesehatan lebih aman
karena menggunakan perlatan yang aman, bersih, dan steril sehingga mencegah
terjadinya infeksi dan bahaya lainnya.
Tanda-tanda
Ibu yang hendak melahirkan :
§
Ibu mengalami mulas-mulas yang
timbulnya semakin sering dan semakin kuat.
§
Rahim terasa Kencang bila diraba, terutama pada
saat mulas.
§
Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir
§
Keluar cairan ketuban yang berwarna jernih
kekuningan dari jalan lahir
§
merasa seperti mau buang air besar
Tanda-tanda
Bahaya Persalinan :
§
Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas
§
Keluar darah dari jalan lahir sebelum melahirkan.
§
Tidak kuat mengejan
§
Mengalami kejang-kejang
§
Air ketuban keluar dari jalan lahirsebelum terasa
mulas
§
Air ketuban keruh dan bau
§
Setelah bayi lahir ari-ari tidak keluar
§
Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat
§
Keluar darah banyak setelah bayi lahir
1. Memberi Bayi ASI Eksklusif
ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang
cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang
dengan baik. Selain itu dalam ASI juga terdapat kolostrum, yaitu cairan bening
berwarna kekuningan yang sangat baik bagi bayi karena mengandung zat kekebalan
tubuh terhadap penyakit. Kolostrum selain sangat penting juga termasuk langka
sebab hanya keluar satu kali, yaitu pada saat pemberian ASI pertama kali
setelah melahirkan. Karena itu pemberian ASI setelah melahirkan sangat
dianjurkan. Sedangkan yang dimaksud dengan ASI Eksklusif adalah pemberian ASI
kepada Bayi usia 0-6 bulan tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lain.
Berikut keunggulan dari ASI adalah sebagai berikut
:
§
Mengandung zat gizi sesuai
kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan.
§
Mengandung Zat kekebalan
§
Melindungi bayi dari alergi
§
Aman dan terjamin kebersihannya,
karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar.
§
Tidak akan pernah basi, mempunyai
suhu yang tepat dan dapat diberikan kapan saja dan dimana saja.
§
Membantu memperbaiki refleks
menghisap, menelan, dan pernapasan bayi.
Manfaat
memberikan ASI :
7. Bagi Ibu
:
§
Mejalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan
bayi.
§
Mengurangi pendarahan setelah melahirkan.
§
Mempercepat pemulihan kesehatan ibu.
§
Menunda kehamilan berikutnya.
§
Mengurangi resiko terkena kanker payudara.
§
Lebih praktis karena ASI lebih
mudah diberikan pada setiap saat bayi membutuhkan
8. Bagi Bayi
:
§
Bayi lebih sehat, lincah, dan tidak cengeng.
§
Bayi tidak sering sakit.
9. Bagi
Keluarga :
§
Praktis dan tidak perlu
mengeluarkan biaya untuk pembelian susu formula dan perlengkapannya.
§ Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula, misalnya
merebus dan pencucian peralatan.
2. Menimbang BALITA setiap bulan
Penimbangan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhan balita setipa
bulan. Penimbangan balita dilakukan setipa bulan mulai umur 1 tahun sampai 5
tahun di Posyandu. Setelah balita ditimbang, catat hasilnya di buku KIA (Kartu
Ibu dan Anak) atau KMS (Kartu Menuju Sehat), maka akan terlihat berat badannya
naik atau tidak.
Manfaat
penimbangan balita setiap bulan di posyandu :
§
Mengetahui apakah balita tumbuh sehat atau tidak/
§
Mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan
balita.
§
Mengetahui balita yang sakit,
(demam/batuk/pilek/diare), berat badan dua bulan berat badannya BGM (Bawah
Garis Merah), dan dicurigai Gizi Buruk sehingga dapat segera dirujuk ke
Puskesmas.
§
Mengetahui kelengkapan Imunisasi.
§
Mendapatkan penyukuhan gizi.
Kesehatan balita dapat diketahui dari perkembangan berat badannya,
sehingga penimbangan tiap bulan penting untuk dilakukan. Balita yang sehat
berat badannya selalu naik, sedangkan balita yang tidak sehat akan mengalami
ganngguan pada berat badannya, hal ini karena dipengaruhi oleh cakupan gizi
yang dikonsumsi oleh balita. Adapaun tanda-tanda balita dikatakan gizi kurang
adalah :
§
Berat badan tidak naik selama 3 bulan
berturut-turut,
§
Badan balita kurus, mudah sakit, tampak lesu dan
lemah, serta
§
Balita mudah menangis dan rewel
Selain itu, gizi buruk juga sering terjadi pada balita. Gizi buruk ini
ada 3 macam, yaitu :
8. Kwashiorkor,
tanda-tanda :
§
Edema pada seluruh tubuh (terutama pada punggung
kaki)
§
Wajah bulat dan sembam
§
Cengeng/rewel/apatis
§
Perut buncit
§
Rambut kusam dan mudah dicabut
§
Bercak kulit yang luas dan kehitaman/bintik
kemerahan
9. Marasmus,
tanda-tanda :
§
Tampak sangat kurus
§
Wajah seperti orang tua
§
Cengeng/rewel/apatis
§
Iga gambang, perut cekung.
§
Otot pantat mngendor
§
Pengeriputan otot lengan dan tungkai.
3. Menggunakan Air Bersih
Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-sehari untuk minum,
memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci
pakaian, dan sebagainya, agar kita tidak terkena penyakit dan terhindar dari
sakit.
Syarat-syarat
air bersih :
§
Air bening/jernih tidak berwarna,
§
Air tidak keruh, bebas pasir,
debu, lumpur, sampah, busa, dan kotoran lainnya.
§
Air tidak berasa, tidak berasa
asin, tidak berasa asam, tidak payau, tidak pahit, dan harus bebas dari baha
kimia beracun.
§
Air tidak berbau seperti bau amis, anyir, busuk,
atau bau belerang.
Cara menjaga kebersihan air bersih :
§
Jarak letak sumber air dengan
jamban dan tempat pembuangan sampah paling sedikit 10 meter.
§
Sumber mata air harus dilindugi dari bahan
pencemaran
§
Ssumur gali, sumur pompa, kran
umum, dan mata air harus dijaga bangunanya agar tidak rusak sperti lantai sumur
tidak boleh retak, bibir sumur harus diplester dan sumur sebaiknya diberi
penutup.
§
Harus dijaga ken=bersihannya
seperti tidak ada genangan air disekitar sumber air, tidak ada bercak-bercak
kotoran, tidak berlumut pada lantai, dinding, sumur. Ember/gayung pengambil air
harus tetap bersih dan tidak diletakkan di lantai ember/gayung digantung di
tiang sumur.
Selain itu, air bersih juga harus dimasak apabila digunakan untuk
keperluan air minum. Hal ini untuk membunuh kuman penyakit yang terdapat dalam
air. Meski air tersebut terlihat bersih namun belum tentu bebas kuman sehingga
air perlu dimasak sampai pada suhu 100 derajat C.
4. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir
dengan sabun
Mencuci tangan merupakan kebiasaan baik yang perlu dilakukan oleh setiap
orang. Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit sebab tanpa kita sadari
banyak kuman penyakit menyebar melalui tangan kita sendiri. Seperti saat
memegang uang, seetelah buang air besar, dan lain-lain. Oleh sebab itu mencuci
tangan sebelum makan, menyusui, maupun sestelah melakukan aktifitas tertentu
penting dilakukan oleh kita.
Mencuci tangan haruslah menggunakan air bersih yang mengalir, serta
memakai sabun. Menggunakan air bersih lebih menjamin sebab kalau air yang tidak
bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila digunakan,
kuman akan berpindah ketangan. Air harus mengalir sebab jika tidak maka kotoran
akan tetap melekat di tangan kita. Karena itu air mengalir menghindarkan kita
akan hal itu. Memakai sabun perlu karena air saja tidak dapat membunuh kuman
penyakit sehingga sabun diperlukan untuk mencegah kotoran dan kuman masih
tertinggal di tangan.
Manfaat
mencuci tangan :
§
Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan
§
Mencegah penularan penyakit
seperti Diare, Kolera Disentri, Typhus, Cacingan, penyakit kulit, Infeksi
SAluran Pernapasan Akut (ISPA), Flu Burung.
§
Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
Cara
mencuci tangan yang benar :
§
Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan
memakai sabun
§
Bersihkan telapak, pergelangan
tangan, sela-sela jari dan punggung tangan
§
Keringkan dengan lap bersih
5. Menggunakan Jamban
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunayi fasilitas pembangunan kotoran
manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa
atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan
kotoran dan ari untuk membersihkannya.
Jenis-Jenis
Jamban ada dua yaiut :
§
Jamban Cemplung
Adalah jamban yang penampungannya berupa lubang yang berfungsi menyimpan
dan meresapkan cairan kotoran/tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke
dasar lubang. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
§
Jamban tanki septik/leher angsa
Adala jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tanki
septik kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian kotoran manusia
yang dilengkapi dengan resapannya.
Alasan
menggunakan jamban :
§
Menjaga lingkungan bersih, sehat, dan tidak berbau
§
Tidak mencemari sumber air yang berada didaerah
sekitarnya
§ Mencegah datangnya lalat atay serangga yang menjadi penular penyakit,
seperti penyakit Diare, Kolera Disentri, Thypus, kecacingan, penyakit saluran
pencernaan, penyakit kulit, dan keracunan.
Syarat
jamban sehat :
§
tidak mencemari sumber air minum
(jarak antara sumber air dengan lubang penampungan minimal 10 meter)
§
Tidak berbau
§
Kotoran tidak dijamah oleh serangga dan tikus.
§
Tidak mencemari tanah disekitarnya
§
Mudah dibersihkan dan aman digunakan
§
Dilengkapi dinding dan atap pelindung
§
Penerangan dan ventilasi cukup
§
Lantai kedap air dan luas ruangan memadai
§
Tersedia air, sabun, dan alat pembersih
Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan
pemeriksaan jentik secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk. Untuk
memastikan rumah bebas jentik atau tidak, maka dilakukan Pemeriksaan Jentik
Berkala (PJB). PJB adalah pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk
(tempat-tempat penampungan air) yang ada di dalam rumah seperti bak mandi/WC,
vas bunga, tatakn kulkas, dll dan diluar rumah seperti talang air, alas pot
kembang, ketiak daun, lubang pohon, pagar bambu, dll yang dilakukan secara
teratur seklai dalam seminggu. PJB dilakukan oleh anggota rumah tangga, Kader,
juru Pemantau Jentik (Jumantik), tenaga pemeriksa jentik lainnya.
Siklus
hidup nyamuk terdiri atas Telur, Jentik, Kepompong,Nyamuk.
0. Telur
§
Setiap kali bertelur, nyamuk
betina dapat mengeluarkan telur sebanyak 100 butir
§
Telur nyamuk Aedes aegypti
berwarna hitam dengan ukuran 0.80 mm
§
Telur ini ditempat yang kering
(tanpa air) dapat bertahan sampai 6 bulan.
§
Telur itu akan menetas menjadi
jentik dalam waktu lebih kurang 2 hari aetelah teremdam air.
1. Jentik
§
Jentik kecil yang menetas dari
telur itu akan tumbuh menjadi besar yang panjangnya 0.5-1 cm
§
Jentik Aedes aegypti akan selalu
bergerak aktif dalam air.Geraknya berualnag-ulang dari bawah ke atas permukaan
air untuk bernafar (mengambil udara) kemudian turun, kembali ke bawah dan
seterusnya.
§
Pada waktu istirahat, posisinya
hampir tegak lurus dengan permukaan air. Biasanya berada di sekitar dinding
tempat penampungan air
§
Setelah 6-8 hari jentik itu akan
berkembang/berubah menjadi kepompong.
2. Kepompong
§
Berbentuk seperti koma
§
Gerakannya lamban
§
Sering berada di permukaan air
§
Setelah 1-2 hari akan menjadi nyamuk dewasa
Yang perlu dilakukan agar Rumah Bebas Jentik :
5.
Lakukan Pemberntasan Sarang
Nyamuk (PSN), dengan cara 3 M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus
Menghindari gigitan nyamuk)
6.
PSN merupakan kegiatan
pemberantasan telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit
sperti Demam Berdarah Dengue, Chikungunya, Malari, Filariasis (Kaki Gajah) di
tempat-tempat perkembangbiakannya.
7.
3 M Plus adalah tiga cara plus yang
dilakukan pada saat PSn yaitu :
§
Menguras dan menyikat tempat-tempat
penampungan air seperti bak mandi,
tatakan kulkas, tatakan pot kembagn dan tempat air minum burung.
§
Menutup rapat-rapat tempat penampungan
air seperti lubang bak kontrol,
lubagn pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
§
Mengubur atau menyingkirkan barang-barang
bekas yang dapat menampung air
seperti ban bekas, kaleng bekas, palastik-plastik yang dibuang sembarangan
(bekas botol/gelas akua/ plastik kresek, dll)
§
Plus menghindari
gigitan nyamyk, yaitu :
a. menggunakan
kelambu ketika tidur,
b.
memakai obat yang dapat mencgah
gigitan nyamuk, misalnya obat nyamuk bakar, semprot, oles/diusap ke kulit, dll
c.
menghindari kebiasaan menggantung
pakaian di dalam kamar
d.
mengupayakan pencahyaan dan
ventilasi yang memadai
e. memperbaiki
saluran dan talang yang rusak
f.
menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempat yang sulit
dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air
g.
memelihara ikan pemakan jentik di
kolam/bak penampung air, misalnya ikan cupang, ikan nila, dll
h.
menanam tumbuhan pengusir nyamuk
misalnya Zodia, Lavender, Rosemerry, dll
3. Makan sayur dan buah setiap hari
Makan sayur dan buah dianjurkan bagi setiap anggota rumah tangga dengan
konsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari.
Makan buah sayur setiap hari penting karena :
0.
Mengandung vitamin dan mineral,
yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh
Manfaat
vitamin yang ada dalam sayur dan buah adalah :
§
Vit. A : pemeliharaan kesehatan mata
§
Vit. D : kesehatan tulang
§
Vit. E : kesuburan dan awet muda
§
Vit. K : pembekuan darah
§
Vit. C : meningkatkan daya tahan
tubuh terhadap infeksi
§
Vit. B : mencegah penyakit beri-beri
§
Vit. B12 : meningkatkan nafsu makan
1. Mengandung
serat yang tinggi
Serat adalah makanan yang berasaldari tumbuh-tumbuhan yang sangat
berfungsi untuk memlihara usus. Serta tidak tidak dapat dicerna oleh pencernaan
sehingga serat tidak menghasilkan tenaga dan dibuang melalui tinja. Serat tidak
untuk mengeyangkan tetapi dapat menunda pengosongan lambung sehingga orang
menjadi tidak cepat lapar.
Manfaat
makanan berserat adalah :
§
mencegah diabetes
§
melancarkan buang air besar
§
menurunkan berat badan
§
membantu proses pembersihan racun (detoksifikasi)
§
membuat awet muda
§
mencegah kanker
§
memperindah kulit, rambut, dan kuku
§
membantu mengatasi Anemia (kurang darah)
§ membantu
perkembangan bakteri yang baik dalam usus.
Sayur dan
buah yang bagus dimakan :
§
Semua sayur bagus untuk dimakan,
terutama sayuran yang berwarna (hijau tua, kuning, dan oranye) seperti bayam,
kangkung, daun katuk, wortel, kacang panjang, selada hijau atau daun singkong.
§
Semua buah bagus untuk dimakan,
terutama yang berwarna merah, dan kuning seperti mangga, pepaya, jeruk, jambu
biji, atau apel lebih banyak kandungan vitamin dan mineral serta sertanya.
§
Pilihlah buah dan sayur yang
bebas pestisida dan zat berbahaya lainnya. Biasanya ciri-ciri sayur da buah
yang baik ada sediki lubang bekas ulat dan tetap segar.
4. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang
menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan
fisik, mental, dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar
sepanjang hari. Aktivitas fisik dilakukan secara teratur paling sedikit 30
menit dalam sehari, sehingga dapat menyehatkan jantung, paru-paru serta tubuh
lainnya. Kegiatan fisik yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
§
bisa berupa kegiatan sehari-hari,
yaitu berjalan kaki, berkebun, kerja ditaman, mencuci pakaian, mencuci mobil,
mengepel lantai, naik turun tangga, membawa belanjaan.
§
bisa berupa olahraga, yaitu
push-up, lari ringan, bermain bola, berenang, senam, bermain tenis, yoga, fitness, angkat beban/berat.
Keuntungan
melakukan aktifitas fisik secara teratur adalah :
§
terhindar dari penyakit jantung,
stroke, osteoporosis, kanker, tekanan darah tinggi, kencing manis, dll
§
berat badan terkendali
§
otot lebih lenturndan tulang lebih kuat
§
bentuk tubuh menjadi bagus
§
lebih percaya diri
§
lebih bertenaga dan bugar
§
secara keseluruhan keadaan kesehatan menjadi lebih baik.
5. Tidak merokok di dalam rumah
Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap
akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berhaya, diantaranya yang paling
berbahaya adalah Nikotin, Tar, dan Carbon Monoksida (CO).
§
Nikotin menyebabkan ketagihan dan
merusak jantung dan aliran darah
§
Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker
§
CO menyebabkan berkurangnya
kemapuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati.
Perokok
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
3.
Perokok aktif adalah orang yang mengkonsumsi
rokok secara rutin dengan sekecil
apapun walaupun itu cuma 1 batang dalam sehari. Atau orang yang menghisap rokok
walau tidak rutin sekalipun aku hanya sekedar coba-coba dan cara menghispa
rokok cuma sekedar menghembuskan asap walau tidak diisap ke dalam paru-paru.
4.
Perokok pasiff adalah orang yang bukan perokok
tapi menghirup asap rokok lain atau
orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yagn sedang merokok.
Adapun bahaya perokok aktif dan pasif, yaitu :
5. menyebabkan
kerontokan rambut
6. gangguan
pada mata, seperti katarak
7. kehilangan
pendengaran lebih awal dibanding bukan perokok
8. menyebabkab
penyakit paru-paru kronis
9. merusak
gigi dan menyebabkan bau mulut yagn tidak sedap
10. menyebabkan
stroke dan serangan jantung
11. tulang
lebih mudah patah
12. menyebabkan
kanker kulit
13. menyebabkan
kemandulan dan impotensi
14. menyebabkan
kanker rahim dan keguguran.
………………………………………………………………………………………………………………………
Siswa sekolah merupakan generasi penerus bangsa
yang perlu dijaga, ditingkatkan, dan dilindungi kesehatannya. Sekolah selain
berfungsi sebagai tempat pembelajaran, juga dapat menjadi tempat yang
berpotensi terjadinya penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Pada
umumnya Pramuka juga merupakan siswa sekolah. Jumlah siswa sekolah yang cukup
besar yaitu sepertiga jumlah penduduk dan usia sekolah merupakan masa keemasan
untuk menanamkan nilai-nilai PHBS. Oleh karena itu, siswa sekolah khususnya
Pramuka berpotensi sebagai agen perubahan untuk mempromosikan perilaku hidup
bersih dan sehat, baik di lingkungan sekolahnya, keluarga dan masyarakat.
1. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di
Sekolah
PHBS di
Sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru dan masyarakat
lingkungan
sekolah agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat
serta berperan aktif dalam mewujudkan Sekolah Ber-PHBS.
Sekolah Ber-PHBS adalah sekolah yang mampu menjaga dan meningkatkan
kesehatan masyarakat sekolah untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan
anak sekolah melalui berbagai upaya kesehatan.
2. Manfaat PHBS di Sekolah
a.
Terciptanya sekolah yang bersih
dan sehat sehingga masyarakat sekolah terlindungi dari berbagai gangguan
kesehatan dan ancaman penyakit.
b.
Meningkatkan semangat
belajar-mengajar sehingga prestasi belajar siswa meningkat.
c.
Meningkatnya citra sekolah.
d. Menjadi
contoh Sekolah Ber-PHBS bagi sekolah lainnya.
3. Syarat Sekolah Ber-PHBS
Sekolah Ber-PHBS adalah sekolah yang memenuhi 8 syarat Sekolah Ber-PHBS,
adapun indikator tersebut yaitu:
1.
Mengkonsumsi jajanan sehat di warung/kantin sekolah. Alasan tidak jajan di sembarang tempat, harus di kantin sekolah :
§
Makanan dan minuman yang dijual
cukup bergizi, terjamin kebersihannya, terbebas dari zat-zat berbahaya dan
terlindung dari serangga dan tikus.
§
Makanan yang bergizi akan
meningkatkan kesehatan dan kecerdasan siswa, sehingga siswa menjadi lebih
berprestasi di sekolah.
§
Tersedianya air bersih yang
mengalir dan sabun untuk mencuci tangan dan peralatan makan.
§
Tersedianya tempat sampah yang tertutup
dan saluran pembuangan air kotor.
§
Adanya pengawasan secara teratur
oleh guru, siswa dan komite sekolah.
2. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan
sabun.
a. Alasan
Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun.
Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab
penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman
dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. Sedangkan
Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun,
kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
b. Saat
harus mencuci tangan :
§
Setiap kali tangan kita kotor
(setelah memegang uang, memegang binatang, berkebun, dll).
§
Setelah buang air besar.
§
Sebelum makan dan sebelum memegang makanan.
c. Manfaat
mencuci tangan :
§
Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan.
§
Mencegah penularan penyakit
seperti Diare, Disentri, Kolera, Typhus, kecacingan, penyakit kulit, Infeksi
Saluran Pernafasan Akut (ISPA), Flu Burung atau SARS.
§
Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
d. Cara
mencuci tangan yang baik dan benar :
§
Cuci tangan dengan air bersih
yang mengalir dan memakai sabun.
§
Bersihkan telapak, punggung
tangan dan pergelangan tangan lengan, gosok bila perlu.
§
Bersihkan juga sela-sela jari dan lipatan buku
jari.
§
Setelah itu keringkan dengan lap bersih.
3. Menggunakan jamban.
. Pengertian jamban
Jamban
adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan
kotoran
manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa
atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan
kotoran dan air untuk membersihkannya.
a. Jenis
jamban
§
Jamban cemplung
Jamban yang penampungannya berupa lubang berfungsi menyimpan dan
meresapkan cairan kotoran / tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke
dasar lubang. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
§
Jamban tangki septik / leher angsa
Jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki septik
kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian / dekomposisi kotoran
manusia yang dilengkapi dengan resapannya.
b. Alasan
harus menggunakan jamban
§
Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau.
§
Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya.
§
Tidak mengundang datangnya lalat
atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit Diare, Kolera, Disentri,
Thypus, kecacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit dan
keracunan.
c. Syarat
jamban sehat
§
Tidak mencemari sumber air minum
(jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter).
§
Tidak berbau.
§
Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan
tikus.
§
Tidak mencemari tanah disekitarnya.
§
Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
§
Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
§
Penerangan dan ventilasi cukup.
§
Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
§
Tersedia air, sabun dan alat pembersih.
d. Cara
memelihara jamban sehat
§
Lantai jamban hendaknya selalu
bersih dan tidak ada genangan air.
§
Bersihkan jamban secara teratur sehingga
ruang jamban dalam keadaan bersih.
§
Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
§
Tidak ada serangga (kecoa, lalat) dan tikus yang
berkeliaran.
§
Tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air
bersih).
§
Bila ada kerusakan, segera diperbaiki.
e. Menggunakan
jamban dengan benar
§
Ada dua model jamban yaitu jamban
jongkok dan duduk. Bila kita menggunakan jamban duduk jangan berjongkok karena
kaki kita akan mengotori jamban apalagi bila kita memakai alas kaki. Perilaku
kita sangat merugikan pengguna jamban berikutnya.
§
Buang air besar dan buang air
kecil haruslah di jamban untuk mencegah penularan penyakit, karena tinja dan
urine (air kencing) banyak mengandung kuman penyakit.
§
Menyiram hingga bersih setelah
buang air besar atau buang air kecil.
§
Buanglah sampah ditempatnya, agar
jamban tidak tersumbat dan penuh dengan sampah.
§
Mengingatkan guru dan penjaga
sekolah untuk mengawasi dan memastikan bahwa jamban yang tersedia selalu dalam
keadaan bersih.
4. Olahraga teratur di sekolah.
0.
Alasan mengikuti kegiatan olahraga
di sekolah
§
Untuk memelihara kesehatan fisik
dan mental agar tetap sehat dan tidak mudah sakit.
§
Untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik.
1. Manfaat
olahraga
§
Terhindar dari penyakit jantung,
Stroke, Osteoporosis, Kanker, tekanan darah tinggi, Kencing Manis, dan
lain-lain.
§
Berat badan terkendali.
§
Otot lebih lentur dan tulang lebih kuat.
§
Bentuk tubuh menjadi ideal dan proporsional.
§
Lebih percaya diri.
§
Lebih bertenaga dan bugar.
§
Keadaan kesehatan menjadi lebih baik.
5. Memberantas jentik di sekolah.
. Alasan memberantas jentik di
sekolah.
Sekolah menjadi bebas jentik dan warga sekolah serta masyarakat sekolah
terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti Demam
Berdarah, Malaria dan Kaki Gajah.
a. Pengertian
memberantas jentik di sekolah
Memberantas jentik di sekolah adalah kegiatan memeriksa tempat-tempat
penampungan air bersih yang ada di sekolah (bak mandi, kolam, dll) apakah bebas
dari jentik nyamuk atau tidak.
b. Kegiatan
memberantas jentik.
§
Lakukan Pemberantasan Sarang
Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus
Menghindari gigitan nyamuk).
§
PSN merupakan kegiatan
memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit
seperti
Demam Berdarah, Demam Dengue, Chikungunya, Malaria,
Filariasis (Kaki Gajah) di tempat-tempat perkembangbiakannya.
c.
3 M Plus adalah tiga cara plus
yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
§
Menguras dan menyikat
tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, kolam, tatakan pot kembang,
dll.
§
Menutup rapat-rapat tempat
penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang
dapat menampung air hujan.
§
Mengubur atau menyingkirkan
barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas,
plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas air kemasan,
plastik kresek,dll).
§
Plus Menghindari gigitan nyamuk, yaitu :
1.
Memakai obat yang dapat mencegah
gigitan nyamuk, misalnya memakai obat nyamuk oles/diusap ke kulit, dll.
2.
Mengupayakan pencahayaan dan
ventilasi yang memadai.
3. Memperbaiki
saluran dan talang air yang rusak.
4.
Menaburkan larvasida (bubuk
pembunuh jentik) di tempattempat
yang sulit dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air.
5.
Memelihara ikan pemakan jentik di
kolam/bak penampung
air,
misalnya ikan cupang, ikan nila,dll.
6.
Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
misalnya, Zodia, Lavender, Rosemary dll.
d. Manfaat
Sekolah Bebas Jentik
§
Populasi nyamuk menjadi
terkendali sehingga penularan penyakit dengan perantara nyamuk dapat dicegah
atau dikurangi.
§
Kemungkinan terhindar dari
berbagai penyakit semakin besar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria,
Chikungunya, atau Kaki Gajah.
§
Lingkungan sekolah menjadi bersih dan sehat.
e. Cara
Pemeriksaan Jentik Berkala
§
Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik.
§
Jika ditemukan jentik, warga sekolah dan masyarakat
sekolah diminta untuk ikut menyaksikan/melihat jentik, kemudian langsung
dilanjutkan dengan PSN melalui 3 M atau 3 M plus
§
Mencatat hasil pemeriksaan jentik.
6. Tidak merokok di sekolah.
. Alasan tidak boleh merokok di
sekolah
Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap
akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling
berbahaya adalah Nikotin, Tar dan CO. Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusak
jantung dan aliran darah. Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker.
CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel
tubuh akan mati.
a. Bahaya
merokok
§
Menyebabkan kerontokan rambut.
§
Gangguan pada mata, seperti katarak.
§
Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan
perokok.
§
Menyebabkan penyakit paru-paru, jantung dan Kanker.
§
Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak
sedap.
§
Tulang lebih mudah patah.
b. Pengertian
Perokok Aktif dan Perokok Pasif
§
Perokok Aktif adalah orang yang
merokok secara rutin walaupun itu cuma 1 batang dalam sehari. Atau orang yang
menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekedar coba-coba.
§
Perokok Pasif adalah orang yang
bukan perokok tetapi menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada
dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok.
7.
Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan minimal 6 bulan sekali.
. Alasan
siswa perlu ditimbang
Untuk memantau pertumbuhan berat badan dan tinggi badan normal siswa
agar segera diketahui jika ada siswa yang mengalami gizi kurang maupun gizi
lebih.
a. Cara
mengetahui pertumbuhan dan perkembangan siswa
Catat
hasil penimbangan berat badan dan tinggi badan tiap siswa di Kartu Menuju Sehat
(KMS) anak sekolah maka akan terlihat berat badan/tinggi badan naik atau tidak
naik (terlihat perkembangannya).
b. Manfaat
penimbangan siswa di sekolah
§
Untuk mengetahui apakah siswa tumbuh sehat.
§
Untuk mengetahui dan mencegah
gangguan pertumbuhan siswa.
§
Untuk mengetahui siswa yang
dicurigai gizi kurang dan gizi lebih sehingga jika ada kelainan yang
berpengaruh langsung dalam proses belajar di sekolah, dapat segera dirujuk ke
Puskesmas.
c. Tanda-tanda
gizi buruk
§
Sangat kurus, tulang iga tampak jelas.
§
Wajah terlihat lebih tua.
§
Tidak bereaksi terhadap rangsangan (apatis).
§
Rambut tipis, kusam, warna rambut
jagung dan bila dicabut tidak sakit.
§
Kulit keriput.
§
Pantat kendur dan keriput.
§
Perut cekung atau buncit.
§
Bengkak pada punggung kaki yang
berisi cairan dan bila ditekan lama kembali.
§
Bercak merah kehitaman pada tungkai dan pantat.
d. Tanda-tanda
gizi lebih
§
Berat badan jauh di atas berat normal.
§
Bentuk tubuh terlihat tidak seimbang.
§
Tidak dapat bergerak bebas.
§
Nafas mudah tersengal-sengal jika melakukan
kegiatan.
§
Mudah lelah.
§
Malas melakukan kegiatan.
8. Membuang sampah pada tempatnya.
. Alasan harus membuang sampah
ditempatnya
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil
aktivitas manusia maupun alam.
Secara
garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :
§
Sampah anorganik/kering, yang
tidak dapat mengalami pembusukan
secara alami, contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, atau botol.
§
Sampah organik/basah, yang dapat mengalami pembusukan secara alami, contoh : sampah dapur,
sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah.
§
Sampah berbahaya, contoh
: batere, botol
racun nyamuk,
atau
jarum suntik bekas. Selain kotor, tidak sedap dipandang mata, sampah juga
mengundang kuman penyakit. Oleh karena itu sampah harus dibuang di tempat
sampah.
a. Akibat
membuang sampah sembarangan
§
Sampah menjadi tempat berkembang
biak dan sarang serangga dan tikus.
§
Sampah menjadi sumber polusi dan
pencemaran tanah, air dan udara.
§
Sampah menjadi sumber dan tempat
hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.
§
Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran.
b. Pengelolaan
Sampah
Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memusnahkan atau
memanfaatkannya.
Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana
sebagai berikut :
§
Penumpukan
Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung,
namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik. Metode penumpukan bersifat
murah, sederhana, tetapi menimbulkan risiko karena berjangkitnya penyakit
menular, menyebabkan pencemaran udara, terutama bau, sumber penyakit dan
mencemari sumber-sumber air.
§
Pengkomposan
Cara pengkomposan merupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk
yang mempunyai nilai ekonomi.
§
Pembakaran
Metode ini dapat dilakukan hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis.
Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menghindari pencemaran asap, bau dan
kebakaran.
§
Sanitary
Landfill
Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah
penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang
sangat luas.
Dalam
pemanfaatan sampah, sampah basah dapat dijadikan kompos dan makanan ternak,
sampah kering dapat dipakai kembali dan di daur ulang seperti sampah kertas
dapat didaur ulang.
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang
terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan
pembuatan produk/material bekas pakai.
Material
yang dapat didaur ulang :
§
Botol bekas wadah kecap, saos,
sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas
atau kaca yang tebal.
§
Kertas, terutama kertas bekas di kantor,
koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis minyak.
§
Aluminium bekas wadah minuman
ringan, bekas kemasan kue dll.
§
Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll.
§
Plastik bekas wadah shampo, air mineral, jerigen,
ember dll.
§
Sampah basah dapat diolah menjadi
kompos. c. Manfaat pengelolaan sampah
§
Menghemat sumber daya alam.
§
Menghemat energi.
§
Mengurangi uang belanja.
§
Menghemat lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
§
Lingkungan asri (bersih,sehat dan nyaman).
………………………………………………………………………………………………………………………
MATERI SKK PHBS DI TEMPAT-TEMPAT UMUM
Penularan penyakit dapat terjadi di Tempat-tempat Umum karena kurang
tersedianya air bersih dan jamban, kurang baiknya pengelolaan sampah dan
limbah, kepadatan vektor berupa lalat dan nyamuk, kurangnya ventilasi dan
pencahayaan, kebisingan dan lain-lain. Tempat-tempat Umum yang tidak sehat
dapat menularkan berbagai penyakit yang selanjutnya dapat menurunkan kualitas
sumber daya manusia. Penerapan PHBS di Tempat-tempat Umum merupakan salah satu
upaya strategis terciptanya Tempat-tempat Umum sehat.
Pramuka sebagai kader bangsa dan kader pembaharu di bidang kesehatan
perlu mengerti dan memahami materi, metode dan teknik melaksanakan PHBS di
Tempat-tempat Umum. Melalui pemberdayaan Pramuka sebagai teladan penggerak
penerapan PHBS di Tempat-tempat Umum diharapkan masyarakat pengunjung dan
pengelola Tempattempat Umum tahu, mau dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan mengupayakan
lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan yang dihadapi.
1. Pengertian PHBS di Tempat-tempat Umum
a.
Tempat-tempat Umum
Tempat-tempat Umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh
pemerintah/swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi
masyarakat seperti sarana pariwisata, transportasi, sarana ibadah, sarana
perdagangan dan olah raga, rekreasi, dan sarana sosial lainnya.
b. PHBS di
Tempat-tempat Umum
PHBS di Tempat-tempat Umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat
pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan
perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan
Tempat-tempat Umum Ber-PHBS.
2. Manfaat PHBS di Tempat-tempat Umum
o
Masyarakat mampu mengupayakan
terciptanya Tempat-tempat
o
Masyarakat di tempat-tempat umum terjaga
kesehatannya dan
tidak
tertular / menularkan penyakit.
o
Meningkatnya citra tempat-tempat
umum.
3. Syarat Tempat-tempat Umum Ber-PHBS
PHBS di Tempat-tempat Umum bisa dibagi sesuai
dengan tatanan masyarakat yang ada di tempat umum, diantaranya adalah sebagai
berikut :
. PHBS di
Pasar
§
Menggunakan air bersih.
§
Menggunakan jamban.
§
Membuang sampah pada tempatnya.
§
Tidak merokok di pasar.
§
Tidak meludah sembarangan.
§
Memberantas jentik nyamuk.
a. PHBS di
Tempat Ibadah
§
Menggunakan air bersih.
§
Menggunakan jamban.
§
Membuang sampah pada tempatnya.
§
Tidak merokok di tempat ibadah.
§
Tidak meludah sembarangan.
§
Memberantas jentik nyamuk.
b. PHBS di
Rumah Makan
§
Menggunakan air bersih.
§
Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan
sabun.
§
Menggunakan jamban.
§
Membuang sampah pada tempatnya.
§
Tidak merokok di rumah makan.
§
Menutup makanan dan minuman.
§
Tidak meludah sembarangan.
c.
PHBS di Terminal (Teminal Bus,
Stasiun Kereta Api, Bandar Udara, Pelabuhan, dll)
§
Menggunakan air bersih.
§
Menggunakan jamban.
§
Membuang sampah pada tempatnya.
§
Tidak merokok.
§
Tidak meludah sembarangan.
§
Memberantas jentik nyamuk.
4. Penjelasan Indikator PHBS di Tempat Umum
0. Menggunakan air bersih.
a.
Alasan harus menggunakan air
bersih
Air yang kita pergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi,
berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian dan
sebagainya haruslah air bersih, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar
dari sakit.
b. Syarat-syarat
air bersih
Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indera (dapat dilihat,
dirasa, dicium dan diraba) antara lain :
§
Air tidak boleh berwarna harus bening / jernih.
§
Air tidak boleh keruh, harus
bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya.
§
Air tidak boleh berasa, harus bebas
dari bahan kimia beracun, tidak berasa asin, tidak berasa asam, tidak payau,
dan tidak pahit.
§
Air tidak boleh berbau seperti
bau amis, anyir, busuk atau bau belerang.
§
Air tersebut segar, artinya suhu
air tidak melebihi suhu udara luar.
c. Manfaat
menggunakan air bersih
§
Terhindar dari gangguan penyakit
seperti Diare, Kolera Disentri, Thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit
kulit atau keracunan.
§
Terhindar dari gangguan teknis
seperti pipa air tersumbat, pipa berkarat, bak air berlumut, lantai kamar mandi
berkarat dan berlumut.
§
Masyarakat pengunjung di
tempat-tempat umum terpelihara kebersihan dirinya.
d. Sumber
air bersih
§
Mata air.
§
Air sumur atau air sumur pompa.
§
Air ledeng / perusahaan air minum.
§
Air hujan.
§
Air dalam kemasan.
e. Cara
menjaga kebersihan sumber air bersih
§
Jarak letak sumber air dengan jamban minimal 10
meter.
§
Sumber mata air harus dilindungi dari bahan
pencemar.
§
Sumur gali, sumur pompa, kran
umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak seperti lantai
sumur tidak boleh retak, bibir sumur harus diplester.
§
Harus dijaga kebersihannya
seperti tidak ada genangan air sekitar sumber air, tidak ada bercak-bercak
kotoran pada lantai-dinding sumur. Ember / gayung pengambil air tidak berlumut,
harus tetap bersih dan tidak diletakan di lantai (ember/gayung digantung di
tiang sumur).
f.
Mengapa air bersih harus dimasak
mendidih bila ingin diminum?
Meski terlihat bersih, air belum tentu bebas kuman penyakit. Kuman
penyakit dalam air mati pada suhu 100oC (saat mendidih).
1. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan
sabun.
Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab
penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman
dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. Sedangkan
Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun,
kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
Saat
harus mencuci tangan :
§
Setiap kali tangan kita kotor
(setelah memegang uang, memegang binatang, berkebun, dll).
§
Setelah buang air besar.
§
Sebelum makan dan sebelum memegang makanan.
Manfaat
mencuci tangan :
§
Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan.
§
Mencegah penularan penyakit seperti Diare,
Disentri, Kolera, Typhus,
kecacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernafasan
Akut
(ISPA), Flu Burung atau SARS.
§
Tangan menjadi bersih dan bebas
dari kuman. Cara mencuci tangan yang baik dan benar :
§
Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan
memakai sabun.
§
Bersihkan telapak, punggung
tangan dan pergelangan tangan lengan, gosok bila perlu.
§
Bersihkan juga sela-sela jari dan lipatan buku
jari.
§
Setelah itu keringkan dengan lap bersih.
2. Menggunakan jamban.
. Pengertian jamban
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai
fasilitas pembuangan
kotoran
manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa
atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan
kotoran dan air untuk membersihkannya.
a. Jenis
jamban
§
Jamban cemplung
Jamban yang penampungannya berupa lubang berfungsi menyimpan dan
meresapkan cairan kotoran / tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke
dasar lubang. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
§
Jamban tangki septik / leher angsa
Jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki septik
kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian / dekomposisi kotoran
manusia yang dilengkapi dengan resapannya.
b. Alasan
harus menggunakan jamban
§
Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau.
§
Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya.
§
Tidak mengundang datangnya lalat
atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit Diare, Kolera, Disentri,
Thypus, kecacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit dan
keracunan.
c. Syarat
jamban sehat
§
Tidak mencemari sumber air minum
(jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter).
§
Tidak berbau.
§
Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan
tikus.
§
Tidak mencemari tanah disekitarnya.
§
Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
§
Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
§
Penerangan dan ventilasi cukup.
§
Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
§
Tersedia air, sabun dan alat pembersih.
d. Cara
memelihara jamban sehat
§
Lantai jamban hendaknya selalu
bersih dan tidak ada genangan air.
§
Bersihkan jamban secara teratur
sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih.
§
Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
§
Tidak ada serangga (kecoa, lalat) dan tikus yang
berkeliaran.
§
Tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air
bersih).
§
Bila ada kerusakan, segera diperbaiki.
e. Menggunakan
jamban dengan benar
§
Ada dua model jamban yaitu jamban
jongkok dan duduk. Bila kita menggunakan jamban duduk jangan berjongkok karena
kaki kita akan mengotori jamban apalagi bila kita memakai alas kaki. Perilaku
kita sangat merugikan pengguna jamban berikutnya.
§
Buang air besar dan buang air
kecil haruslah di jamban untuk mencegah penularan penyakit, karena tinja dan
urine (air kencing) banyak mengandung kuman penyakit.
§
Menyiram hingga bersih setelah
buang air besar atau buang air kecil.
§
Buanglah sampah ditempatnya, agar
jamban tidak tersumbat dan penuh dengan sampah.
§ Pengelola
Tempat-tempat Umum untuk mengawasi dan memastikan bahwa jamban yang tersedia
selalu dalam keadaan bersih.
3. Membuang sampah pada tempatnya.
. Alasan harus membuang sampah
ditempatnya
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil
aktivitas manusia maupun alam.
Secara
garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :
§
Sampah anorganik/kering, yang
tidak dapat mengalami pembusukan
secara alami, contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, atau botol.
§
Sampah organik/basah, yang dapat mengalami pembusukan secara alami, contoh : sampah dapur,
sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah.
§
Sampah berbahaya, contoh
: batere, botol
racun nyamuk,
atau
jarum suntik bekas. Selain kotor, tidak sedap dipandang mata, sampah juga
mengundang kuman penyakit. Oleh karena itu sampah harus dibuang di tempat
sampah.
a. Akibat
membuang sampah sembarangan
§
Sampah menjadi tempat berkembang
biak dan sarang serangga dan tikus.
§
Sampah menjadi sumber polusi dan
pencemaran tanah, air dan udara.
§
Sampah menjadi sumber dan tempat
hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.
§
Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran.
b. Pengelolaan
Sampah
Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memusnahkan atau
memanfaatkannya.
Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana
sebagai berikut :
Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak
dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik.
Metode penumpukan bersifat murah, sederhana, tetapi menimbulkan risiko karena
berjangkitnya penyakit menular, menyebabkan pencemaran udara, terutama bau,
sumber penyakit dan mencemari sumber-sumber air.
§
Pengkomposan
Cara pengkomposan merupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk
yang mempunyai nilai ekonomi.
§
Pembakaran
Metode ini dapat dilakukan hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis.
Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menghindari pencemaran asap, bau dan
kebakaran.
§
Sanitary
Landfill
Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah
penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang
sangat luas.
Dalam
pemanfaatan sampah, sampah basah dapat dijadikan kompos dan makanan ternak,
sampah kering dapat dipakai kembali dan di daur ulang seperti sampah kertas
dapat didaur ulang.
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang
terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan
pembuatan produk/material bekas pakai.
Material
yang dapat didaur ulang :
§
Botol bekas wadah kecap, saos,
sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas
atau kaca yang tebal.
§
Kertas, terutama kertas bekas di
kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis minyak.
§
Aluminium bekas wadah minuman
ringan, bekas kemasan kue dll.
§
Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll.
§
Plastik bekas wadah shampo, air mineral, jerigen,
ember dll.
§
Sampah basah dapat diolah menjadikompos.
c. Manfaat pengelolaan sampah
§
Menghemat sumber daya alam.
§
Mengurangi uang belanja.
§
Menghemat lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
§
Lingkungan asri (bersih,sehat dan nyaman).
4. Tidak merokok di Tempat-tempat Umum.
. Alasan tidak boleh merokok di
Tempat-tempat Umum
Tempat-tempat umum penuh dengan pengunjung, mulai dari bayi sampai usia
lanjut, akan terpapar asap rokok yang berbahaya untuk kesehatannya.
a.
Yang diharapkan tidak merokok di
tempat-tempat umum Seluruh orang yang sedang berada di tempat-tempat Umum.
b. Perokok
Aktif dan Perokok Pasif
§
Perokok Aktif adalah orang yang
merokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu cuma 1 batang dalam
seharí. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya
sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok cuma sekedar menghembuskan asap
walau tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.
§
Perokok Pasif adalah orang yang bukan perokok tapi
menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan
tertutup dengan orang yang sedang merokok.
c. Bahaya
Merokok
Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap
akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling
berbahaya adalah Nikotin, Tar dan CO. Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusak
jantung dan aliran darah. Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker.
CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel
tubuh akan mati.
d. Akibat
Merokok
§
Menyebabkan kerontokan rambut.
§
Gangguan pada mata, seperti katarak.
§
Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan
perokok.
§
Menyebabkan penyakit paru-paru, jantung dan Kanker.
§
Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak
sedap.
§
Tulang lebih mudah patah.
e. Kawasan
Tanpa Rokok
Saat ini pemerintah telah mengeluarkan peraturan
tentang Penetapan Kawasan Tanpa Rokok sebagai upaya perlindungan untuk
masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan
karena lingkungan tercemar
Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan
asap rokok. atau area yang
dinyatakan dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi
dan/atau penggunaan rokok.
Penetapan Kawasan Tanpa Rokok diselenggarakan di berbagai tempat, yaitu
:
§
Tempat umum, seperti terminal
busway, bandara, stasiun kereta api, mal, pusat perbelanjaan, pasar serba ada,
hotel, restoran, tempat rekreasi dan sejenisnya.
§
Tempat ibadah, seperti mesjid,
mushola, gereja, kapel, pura wihara dan klenteng.
§
Arena kegiatan anak-anak, seperti
tempat penitipan anak, tempat pengasuhan anak, arena bermain anak-anak atau
sejenisnya.
§
Tempat proses belajar mengajar,
seperti Tempat-tempat Umum, tempat
pelatihan, termasuk perpustakaan, ruang praktik atau laboratorium,
musium dan sejenisnya.
§
Tempat pelayanan kesehatan,
seperti Posyandu, Puskesmas, dan rumah sakit.
§
Tempat kerja, seperti perkantoran,
pabrik, ruang rapat, ruang sidang / seminar.
§
Angkutan umum, seperti bus,
busway, mikrolet, kereta api, kapal laut dan pesawat udara.
5. Menutup makanan dan minuman
Makanan
dan minuman yang tidak ditutup dapat tercemar bibit penyakit yang berasal dari
debu, sampah dsb yang jatuh di atasnya atau dari binatang seperti lalat, kecoa
dsb yang hinggap di atas makanan dan minuman. Oleh karena itu makanan dan
minuman harus ditutup.
6. Tidak meludah sembarangan.
Ludah bisa mengandung bibit penyakit terutama pada orang yang sedang
sakit, contohnya penderita penyakit TBC, dahaknya mengandung
kuman TBC. Untuk menghindari diri dari penyakit, masyarakat di
tempat-tempat umum haruslah membuang ludah di tempat sampah atau pergi ke
toilet.
7. Memberantas jentik di Tempat-tempat Umum.
. Alasan
memberantas jentik di Tempat-tempat Umum.
Tempat-tempat
Umum menjadi bebas jentik dan warga Tempat-tempat
Umum serta masyarakat Tempat-tempat Umum terhindar dari berbagai
penyakit yang
ditularkan melalui nyamuk seperti Demam Berdarah, Malaria dan Kaki
Gajah.
a. Pengertian
memberantas jentik di Tempat-tempat Umum
Memberantas jentik di Tempat-tempat Umum adalah kegiatan
memeriksa
tempat-tempat penampungan air bersih yang ada di
Tempat-tempat
Umum (bak mandi, kolam, dll) apakah bebas dari jentik nyamuk atau tidak.
b. Kegiatan
memberantas jentik.
§
Lakukan Pemberantasan Sarang
Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus
Menghindari gigitan nyamuk).
§
PSN merupakan kegiatan memberantas
telur, jentik dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit seperti
Demam Berdarah, Demam Dengue, Chikungunya, Malaria,
Filariasis (Kaki Gajah) di tempat-tempat perkembangbiakannya.
c.
3 M Plus adalah tiga cara plus
yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
§
Menguras dan menyikat
tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, kolam, tatakan pot kembang,
dll.
§
Menutup rapat-rapat tempat
penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang
dapat menampung air hujan.
§
Mengubur atau menyingkirkan
barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas,
plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas air kemasan,
plastik kresek,dll).
§
Plus Menghindari gigitan nyamuk, yaitu :
1.
Memakai obat yang dapat mencegah
gigitan nyamuk, misalnya memakai obat nyamuk oles/diusap ke kulit, dll.
2.
Mengupayakan pencahayaan dan
ventilasi yang memadai.
3. Memperbaiki
saluran dan talang air yang rusak.
4.
Menaburkan larvasida (bubuk
pembunuh jentik) di tempattempat
yang sulit dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air.
5.
Memelihara ikan pemakan jentik di
kolam/bak penampung
air,
misalnya ikan cupang, ikan nila,dll.
6.
Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
misalnya, Zodia, Lavender, Rosemary dll.
d. Manfaat
Tempat-tempat Umum Bebas Jentik
§
Populasi nyamuk menjadi
terkendali sehingga penularan penyakit dengan perantara nyamuk dapat dicegah
atau dikurangi.
§
Kemungkinan terhindar dari
berbagai penyakit semakin besar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria,
Chikungunya, atau Kaki Gajah.
§
Lingkungan Tempat-tempat Umum menjadi bersih dan
sehat.
e. Cara
Pemeriksaan Jentik Berkala
§
Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik.
§
Jika
ditemukan jentik, warga
Tempat-tempat Umum dan
masyarakat
Tempat-tempat Umum diminta untuk ikut menyaksikan/melihat jentik, kemudian
langsung dilanjutkan dengan PSN melalui 3 M atau 3 M plus
§
Mencatat hasil pemeriksaan jentik.
………………………………………………………………………………………………………………………
MATERI SKK PHBS DI TEMPAT KERJA
Bekerja dengan tubuh dan lingkungan sehat merupakan hal yang diinginkan
dan menjadi hak asasi setiap pekerja. Oleh karena itu menjadi kewajiban semua
pihak untuk ikut memelihara, menjaga dan mempertahankan kesehatan pekerja agar
tetap sehat dan produktif dengan menerapkan PHBS di Tempat Kerja.
Pramuka sebagai kader bangsa dan kader pembaharu di bidang kesehatan
perlu mengerti dan memahami materi, metode dan teknik melaksanakan PHBS di
Tempat Kerja. Melalui upaya pemberdayaan Pramuka sebagai teladan dan penggerak
penerapan PHBS di Tempat Kerja diharapkan para pekerja mau dan mampu menolong
diri sendiri di bidang kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat,
mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan yang dihadapi.
1. Pengertian
PHBS di Tempat Kerja
a.
Tempat Kerja adalah kondisi
lingkungan tempat kerja yang meliputi kondisi fisik, kimia, biologi, ergonomi
dan psikososial yang mempengaruhi pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya.
b.
PHBS di Tempat Kerja adalah upaya
untuk memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan
perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan Tempat
Kerja Sehat.
c.
PHBS di Tempat Kerja yang perlu
diterapkan dan dipromosikan oleh Pramuka adalah yang berada dekat dengan rumah
mereka atau yang mudah dijangkau mereka seperti pabrik, perkantoran misalnya
kelurahan, kecamatan.
2. Manfaat
melaksanakan PHBS di Tempat Kerja
a.
Pramuka, keluarga, teman sebaya
dan masyarakat di Tempat Kerja menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit.
b.
Lingkungan di sekitar tempat
kerja menjadi lebih bersih, indah dan sehat.
3. Syarat
Tempat Kerja Ber-PHBS
Tempat Kerja Ber-PHBS adalah tempat kerja yang memenuhi 8 syarat Tempat
Kerja Ber-PHBS, yaitu :
1. Mengkonsumsi makanan bergizi.

Alasan mengkonsumsi makanan bergizi dari kantin di tempat kerja :
§
Makanan dan minuman yang dijual
cukup bergizi, terjamin kebersihannya, terbebas dari zat-zat berbahaya dan
terlindung dari serangga dan tikus.
§
Makanan yang bergizi akan
meningkatkan kesehatan dan bekerja menjadi lebih optimal.
§
Tersedianya air bersih yang
mengalir dan sabun untuk mencuci tangan dan peralatan makan.
§
Tersedianya tempat sampah yang
tertutup dan saluran pembuangan air kotor.
§
Adanya pengawasan secara teratur oleh pengelola
tempat keja.
2. Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
a.
Pengertian aktivitas fisik
Melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah melakukan pergerakan
anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi
pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan mempertahankan kualitas hidup agar
tetap sehat dan bugar sepanjang hari.
b. Lamanya
melakukan aktivitas fisik
§
Aktivitas fisik dilakukan secara
teratur paling sedikit 30 menit dalam sehari, sehingga, dapat menyehatkan
jantung, paruparu serta alat tubuh lainnya.
§
Jika lebih banyak waktu yang
digunakan untuk beraktivitas fisik maka manfaat yang diperoleh juga lebih
banyak.
§
Jika kegiatan ini dilakukan
setiap hari secara teratur maka dalam waktu 3 bulan ke depan akan terasa
hasilnya.
c. Manfaat
aktivitas fisik
§
Terhindar dari penyakit jantung,
Stroke, Osteoporosis, Kanker, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan
lain-lain.
§
Berat badan terkendali.
§
Otot lebih lentur dan tulang lebih kuat.
§
Bentuk tubuh menjadi ideal dan proporsional.
§
Lebih percaya diri.
§
Lebih bertenaga dan bugar.
§
Keadaan kesehatan menjadi lebih baik.
d. Melakukan
aktivitas fisik dengan benar
§
Lakukan secara bertahap hingga
mencapai 30 menit. Jika belum terbiasa dapat dimulai dengan beberapa menit
setiap hari dan ditingkatkan secara bertahap.
§
Lakukan aktivitas fisik sebelum
makan atau 2 jam sesudah makan.
§
Awali aktivitas fisik dengan pemanasan dan
peregangan.
§
Lakukan gerakan ringan dan secara
perlahan ditingkatkan sampai sedang.
§
Jika sudah terbiasa dengan
aktivitas tersebut, frekuensi dan intensitasnya dapat ditingkatkan.
e.
3 macam aktivitas fisik yang
dapat kita lakukan untuk mempertahankan kesehatan tubuh, sesuai sifatnya yaitu
:
§
Ketahanan
(endurance)
Aktivitas fisik yang bersifat untuk ketahanan, dapat membantu jantung,
paru, otot dan sistem sirkulasi darah tetap sehat dan membuat kita lebih
bertenaga. Contoh beberapa kegiatan yang dapat dipilih seperti: berjalan kaki,
lari ringan, berenang, senam, bermain tenis dan berkebun.
§
Kelenturan
(flexibility)
Aktivitas fisik yang bersifat untuk kelenturan dapat membantu pergerakan
lebih mudah, mempertahankan otot tubuh tetap lemas (lentur) dan sendi berfungsi
dengan baik. Contoh beberapa kegiatan yang dapat dipilih seperti: peregangan
tangan dan kaki, Senam Taichi, Senam Yoga, mencuci pakaian, mencuci mobil dan
mengepel lantai.
§
Kekuatan
(strength)
Aktivitas fisik yang bersifat untuk kekuatan dapat membantu kerja otot
tubuh dalam menahan sesuatu beban yang diterima, tulang tetap kuat, dan
mempertahankan bentuk tubuh serta membantu meningkatkan pencegahan terhadap
penyakit seperti Osteoporosis. Contoh beberapa kegiatan yang dapat dipilih
seperti: push-up, naik turun tangga, angkat berat/beban, membawa belanjaan
serta mengikuti kelas senam terstruktur dan terukur.
f.
Beberapa hal yang perlu
diperhatikan ketika melakukan aktivitas fisik:
§
Melakukan aktivitas fisik langsung setelah makan.
§
Berhenti tiba-tiba, hendaknya
tetap berjalan pelan atau berdiri, kecuali merasa pusing atau sesak nafas.
§
Menahan nafas sewaktu melakukan aktivitas fisik.
§
Beraktivitas fisik di saat terik matahari.
§
Lakukanlah aktivitas fisik yang praktis dan
disukai.
§
Mulailah beraktivitas fisik sejak
usia muda hingga usia lanjut dan setiap hari.
3. Tidak merokok di Tempat Kerja.
. Alasan tidak boleh merokok di
Tempat Kerja
Tempat kerja penuh dengan pegawai dan pengunjung, mulai dari bayi sampai
usia lanjut, akan terpapar asap rokok yang berbahaya untuk kesehatannya. Rokok
ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan
sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling berbahaya adalah
Nikotin, Tar dan CO. Nikotin menyebabkan ketagihan dan
merusak jantung dan
aliran darah.Tar menyebabkan kerusakan sel
paru-paru dan Kanker.
CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga
sel-sel tubuh akan mati.
a.
Yang diharapkan tidak merokok di
Tempat Kerja Seluruh orang yang sedang berada di tempat kerja.
b. Akibat
Merokok
§
Menyebabkan kerontokan rambut.
§
Gangguan pada mata, seperti katarak.
§
Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan
perokok.
§
Menyebabkan penyakit paru-paru, jantung dan Kanker.
§
Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak
sedap.
§
Tulang lebih mudah patah.
c. Perokok
Aktif dan Perokok Pasif
§
Perokok Aktif adalah orang yang
merokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu cuma 1 batang dalam
seharí. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya
sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok cuma sekedar menghembuskan asap
walau tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.
§
Perokok Pasif adalah orang yang bukan perokok tapi
menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan
tertutup dengan orang yang sedang merokok.
4. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan
sabun.
. Alasan harus mencuci tangan
dengan air bersih dan sabun
§
Air yang tidak bersih banyak
mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah
ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa
menimbulkan penyakit.
§
Sabun dapat membersihkan kotoran
dan membunuh kuman, karena tanpa sabun, kotoran dan kuman masih tertinggal di
tangan.
a. Saat
harus mencuci tangan
§
Setiap kali tangan kita kotor
(setelah memegang binatang, memegang uang, berkebun dan lain-lain).
§
Setelah buang air besar.
§
Sebelum memegang makanan.
b. Manfaat
mencuci tangan
§
Membunuh kumah penyakit yang ada di tangan.
§
Mencegah penularan penyakit
seperti Diare, Disentri, Kolera, Typhus, kecacingan, penyakit kulit, Flu Burung
atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
§
Tangan menjadi bersih dan penampilan lebih menarik.
c. Cara
mencuci tangan yang benar
§
Cuci tangan dengan air bersih
yang mengalir dan memakai sabun
§
Bersihkan telapak, punggung
tangan dan pergelangan tangan lengan, gosok bila perlu
§
Bersihkan juga sela-sela jari dan lipatan buku jari
§
Setelah itu keringkan dengan lap bersih.
5. Menggunakan air bersih.
. Alasan harus menggunakan air
bersih
Air yang kita pergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi,
berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian dan
sebagainya haruslah air bersih, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar
dari sakit.
a. Syarat-syarat
air bersih
Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indera (dapat dilihat,
dirasa, dicium dan diraba) kita, antara lain :
§
Air tidak berwarna harus bening/jernih.
§
Air tidak keruh, harus bebas dari
pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya.
§
Air tidak berasa, tidak berasa
asin, tidak berasa asam, tidak payau, dan tidak pahit, harus bebas dari bahan
kimia beracun.
§
Air tidak berbau seperti bau
amis, anyir, busuk atau bau belerang.
Air bersih yang sehat adalah air bersih yang tidak mengandung kuman
penyakit seperti bakteri Entamoeba Coli yang menyebabkan Diare.
§
Air tersebut segar, artinya suhu
air tidak melebihi suhu udara luar.
b. Manfaat
menggunakan air bersih
§
Terhindar dari gangguan penyakit
seperti Diare, Kolera Disentri, Thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit
kulit atau keracunan.
§
Masyarakat pengunjung di tempat
kerja terpelihara kebersihan dirinya.
c. Sumber
air bersih
§
Mata air
§
Air sumur atau air sumur pompa
§
Air ledeng / perusahaan air minum
§
Air hujan
§
Air dalam kemasan
d. Cara
menjaga kebersihan sumber air bersih
§
Jarak letak sumber air dengan
jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter.
§
Sumber mata air harus dilindungi dari bahan
pencemar.
§
Sumur gali, sumur pompa, kran
umum harus dijaga bangunannya agar tidak rusak, seperti lantai sumur sebaiknya
kedap air dan tidak boleh retak, bibir sumur harus diplester dan sumur
sebaiknya diberi penutup.
§
Harus dijaga kebersihannya,
seperti tidak ada genangan air disekitar sumber air dan dilengkapi dengan
saluran pembuangan air, tidak ada bercak-bercak kotoran, tidak berlumut, pada
lantai/dinding sumur. Ember/gayung pengambil air harus tetap bersih dan tidak
diletakkan di lantai (ember/gayung digantung di tiang sumur).
e.
Mengapa air bersih harus dimasak
mendidih bila ingin diminum?
Meski terlihat bersih, air belum tentu bebas kuman penyakit. Kuman
penyakit dalam air mati pada suhu 100oC (saat mendidih)
6. Memberantas jentik di tempat kerja.
. Alasan memberantas jentik di
Tempat Kerja.
TTempat kerja menjadi bebas jentik dan masyarakat di tempat kerja
terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti Demam
Berdarah, Malaria dan Kaki Gajah.
a. Pengertian
memberantas jentik di Tempat Kerja
Memberantas jentik di tempat kerja adalah kegiatan memeriksa
tempat-tempat penampungan air bersih yang ada di tempat kerja (bak mandi,
tempat penampungan air bersih dll) apakah bebas dari jentik nyamuk atau tidak.
b. Kegiatan
memberantas jentik.
§
Lakukan Pemberantasan Sarang
Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus
Menghindari gigitan nyamuk).
§
PSN merupakan kegiatan
memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit
seperti
Demam Berdarah, Demam Dengue, Chikungunya, Malaria,
Filariasis (Kaki Gajah) di tempat-tempat perkembangbiakannya.
c.
3 M Plus adalah tiga cara plus
yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
§
Menguras dan menyikat
tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, kolam, tatakan pot kembang,
dll.
§
Menutup rapat-rapat tempat
penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang
dapat menampung air hujan.
§
Mengubur atau menyingkirkan barang-barang
bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik
yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas air kemasan, plastik kresek,dll).
§
Plus Menghindari gigitan nyamuk, yaitu :
1.
Memakai obat yang dapat mencegah
gigitan nyamuk, misalnya memakai obat nyamuk oles/diusap ke kulit, dll.
2.
Mengupayakan pencahayaan dan
ventilasi yang memadai.
3. Memperbaiki
saluran dan talang air yang rusak.
4.
Menaburkan larvasida (bubuk
pembunuh jentik) di tempattempat
yang sulit dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air.
5.
Memelihara ikan pemakan jentik di
kolam/bak penampung
air,
misalnya ikan cupang, ikan nila,dll.
6.
Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
misalnya, Zodia, Lavender, Rosemary dll.
d. Manfaat Tempat
Kerja Bebas Jentik
§
Populasi nyamuk menjadi
terkendali sehingga penularan penyakit dengan perantara nyamuk dapat dicegah
atau dikurangi.
§
Kemungkinan terhindar dari
berbagai penyakit semakin besar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria,
Chikungunya, atau Kaki Gajah.
§
Lingkungan Tempat Kerja menjadi bersih dan sehat.
e. Cara
Pemeriksaan Jentik Berkala
§
Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik.
§
Jika
ditemukan jentik, warga Tempat
Kerja dan masyarakat
Tempat
Kerja diminta untuk ikut menyaksikan/melihat jentik, kemudian langsung
dilanjutkan dengan PSN melalui 3 M atau 3 M plus
§
Mencatat hasil pemeriksaan jentik.
7. Menggunakan jamban.
. Pengertian jamban
Jamban
adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan
kotoran
manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa
atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan
kotoran dan air untuk membersihkannya.
a. Jenis
jamban
§
Jamban cemplung
Jamban yang penampungannya berupa lubang berfungsi menyimpan dan
meresapkan cairan kotoran / tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke
dasar lubang. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
§
Jamban tangki septik / leher angsa
Jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki septik
kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses
penguraian / dekomposisi kotoran manusia yang dilengkapi dengan
resapannya.
b. Alasan
harus menggunakan jamban
§
Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau.
§
Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya.
§
Tidak mengundang datangnya lalat
atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit Diare, Kolera, Disentri,
Thypus, kecacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit dan
keracunan.
c. Syarat
jamban sehat
§
Tidak mencemari sumber air minum
(jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter).
§
Tidak berbau.
§
Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan
tikus.
§
Tidak mencemari tanah disekitarnya.
§
Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
§
Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
§
Penerangan dan ventilasi cukup.
§
Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
§
Tersedia air, sabun dan alat pembersih.
d. Cara
memelihara jamban sehat
§
Lantai jamban hendaknya selalu
bersih dan tidak ada genangan air.
§
Bersihkan jamban secara teratur
sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih.
§
Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
§
Tidak ada serangga (kecoa, lalat) dan tikus yang
berkeliaran.
§
Tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air bersih).
§
Bila ada kerusakan, segera diperbaiki.
e. Menggunakan
jamban dengan benar
§
Ada dua model jamban yaitu jamban
jongkok dan duduk. Bila kita menggunakan jamban duduk jangan berjongkok karena
kaki kita akan mengotori jamban apalagi bila kita memakai alas kaki. Perilaku
kita sangat merugikan pengguna jamban berikutnya.
§
Buang air besar dan buang air
kecil haruslah di jamban untuk mencegah penularan penyakit, karena tinja dan
urine (air kencing) banyak mengandung kuman penyakit.
§
Menyiram hingga bersih setelah buang
air besar atau buang air kecil.
§
Buanglah sampah ditempatnya, agar jamban tidak
tersumbat
dan penuh
dengan sampah.
§ Penjaga
jamban di tempat kerja harus mengawasi dan memastikan bahwa jamban yang
tersedia selalu dalam keadaan bersih.
8. Membuang sampah pada tempatnya.
. Alasan harus membuang sampah
ditempatnya
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil
aktivitas manusia maupun alam.
Secara
garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :
§
Sampah anorganik/kering, yang
tidak dapat mengalami pembusukan
secara alami, contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, atau botol.
§
Sampah organik/basah, yang dapat mengalami pembusukan secara alami, contoh : sampah dapur,
sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah.
§
Sampah berbahaya, contoh
: batere, botol
racun nyamuk,
atau
jarum suntik bekas. Selain kotor, tidak sedap dipandang mata, sampah juga
mengundang kuman penyakit. Oleh karena itu sampah harus dibuang di tempat
sampah.
a. Akibat
membuang sampah sembarangan
§
Sampah menjadi tempat berkembang
biak dan sarang serangga dan tikus.
§
Sampah menjadi sumber polusi dan
pencemaran tanah, air dan udara.
§
Sampah menjadi sumber dan tempat
hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.
§
Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran.
b. Pengelolaan
Sampah
Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memusnahkan atau
memanfaatkannya.
Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana
sebagai berikut :
§
Penumpukan
Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak
dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik.
Metode penumpukan bersifat murah, sederhana, tetapi menimbulkan risiko karena
berjangkitnya penyakit menular, menyebabkan pencemaran udara, terutama bau,
sumber penyakit dan mencemari sumber-sumber air.
§
Pengkomposan
Cara pengkomposan merupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk
yang mempunyai nilai ekonomi.
§
Pembakaran
Metode ini dapat dilakukan hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis.
Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menghindari pencemaran asap, bau dan
kebakaran.
§
Sanitary
Landfill
Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah
penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang
sangat luas.
Dalam
pemanfaatan sampah, sampah basah dapat dijadikan kompos dan makanan ternak,
sampah kering dapat dipakai kembali dan di daur ulang seperti sampah kertas
dapat didaur ulang.
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan
sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan,
pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai.
Material
yang dapat didaur ulang :
§
Botol bekas wadah kecap, saos,
sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas
atau kaca yang tebal.
§
Kertas, terutama kertas bekas di
kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis minyak.
§
Aluminium bekas wadah minuman
ringan, bekas kemasan kue dll.
§
Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll.
§
Plastik bekas wadah shampo, air mineral, jerigen,
ember dll.
§
Sampah basah dapat diolah menjadi
kompos. c. Manfaat pengelolaan sampah
§
Menghemat sumber daya alam.
§
Menghemat energi.
§
Mengurangi uang belanja.
§
Menghemat lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
§
Lingkungan asri (bersih,sehat dan nyaman).
………………………………………………………………………………………………………………………
MATERI SKK PHBS DI INSTITUSI KESEHATAN
Lalu lalang berkumpulnya orang sakit dan sehat di institusi kesehatan
dapat menjadi sumber penularan penyakit bagi pasien, petugas kesehatan maupun
pengunjung. Penularan penyakit juga dapat terjadi karena tidak memadainya
fasilitas institusi kesehatan seperti ketersediaan air bersih, jamban,
pengelolaan sampah dan limbah serta perilaku dari pasien, petugas kesehatan dan
pengunjung seperti membuang sampah dan meludah sembarangan. Penerapan PHBS di
Institusi Kesehatan merupakan salah satu upaya strategis terciptanya Institusi
Kesehatan sehat.
Pramuka sebagai kader bangsa dan kader pembaharu di bidang kesehatan
pelu mengerti dan memahami materi, metode dan teknik melaksanakan PHBS di
Institusi Kesehatan. Melalui upaya pemberdayaan Pramuka sebagai teladan dan
penggerak penerapan PHBS di Institusi Kesehatan diharapkan masyarakat pengunjung
dan pengelola Institusi kesehatan mau dan mampu menolong diri sendiri di bidang
kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi
masalah kesehatan yang dihadapi.
1. Pengertian
PHBS di Institusi Kesehatan
a.
Institusi Kesehatan adalah sarana
yang diselenggarakan oleh pemerintah / swasta, atau perorangan yang digunakan
untuk kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat seperti rumah sakit,
Puskesmas, dan klinik swasta.
PHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya memberdayakan pasien, masyarakat
pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup
bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan
Sehat
b.
PHBS di Institusi Kesehatan yang
perlu diterapkan dan dipromosikan oleh Pramuka adalah yang berada dekat dengan
rumah mereka atau yang mudah dijangkau mereka seperti Puskesmas atau RS.
2. Manfaat
melaksanakan PHBS di Institusi Kesehatan
a.
Pramuka, keluarga, teman sebaya,
petugas dan masyarakat di institusi kesehatan menjadi lebih sehat dan tidak
mudah sakit.
b.
Lingkungan disekitar institusi
kesehatan menjadi lebih bersih, indah dan sehat.
3. Syarat
Institusi Kesehatan Ber-PHBS
Institusi Kesehatan Ber-PHBS adalah Institusi Kesehatan yang memenuhi 7
syarat Institusi Kesehatan Ber-PHBS, yaitu :
1. Menggunakan air bersih.
a.
Alasan harus menggunakan air
bersih
Air yang kita pergunakan sehari-hari untuk minum,
memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci
pakaian dan sebagainya haruslah air bersih, agar kita tidak terkena penyakit
atau terhindar dari sakit.
b. Syarat-syarat
air bersih
Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indera (dapat dilihat,
dirasa, dicium dan diraba) kita, antara lain :
§
Air tidak berwarna harus bening/jernih.
§
Air tidak keruh, harus bebas dari
pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya.
§
Air tidak berasa, tidak berasa
asin, tidak berasa asam, tidak payau, dan tidak pahit, harus bebas dari bahan
kimia beracun.
§
Air tidak berbau seperti bau
amis, anyir, busuk atau bau belerang.
Air bersih yang sehat adalah air bersih yang tidak mengandung kuman
penyakit seperti bakteri Entamoeba Coli yang menyebabkan Diare.
§
Air tersebut segar, artinya suhu
air tidak melebihi suhu udara luar.
c. Manfaat
menggunakan air bersih
§
Terhindar dari gangguan penyakit
seperti Diare, Kolera Disentri, Thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit
kulit atau keracunan.
§
Masyarakat pengunjung di
institusi kesehatan terpelihara kebersihan dirinya.
d. Sumber
air bersih
§
Mata air.
§
Air sumur atau air sumur pompa.
§
Air ledeng / perusahaan air minum.
§
Air hujan.
§
Air dalam kemasan.
e. Cara
menjaga kebersihan sumber air bersih
§
Jarak letak sumber air dengan
jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter.
§
Sumber mata air harus dilindungi dari bahan
pencemar.
§
Sumur gali, sumur pompa, kran
umum harus dijaga bangunannya agar tidak rusak, seperti lantai sumur sebaiknya
kedap air dan tidak boleh retak, bibir sumur harus diplester dan sumur
sebaiknya diberi penutup.
§
Harus dijaga kebersihannya, seperti
tidak ada genangan air disekitar sumber air dan dilengkapi dengan saluran
pembuangan air, tidak ada bercak-bercak kotoran, tidak berlumut, pada
lantai/dinding sumur. Ember/gayung pengambil air harus tetap bersih dan tidak
diletakkan di lantai (ember/gayung digantung di tiang sumur).
f.
Mengapa air bersih harus dimasak
mendidih bila ingin diminum?
Meski terlihat
bersih, air belum
tentu bebas kuman
penyakit.
Kuman
penyakit dalam air mati pada suhu 100oC (saat mendidih).
2. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan
sabun.
a.
Alasan Mencuci tangan dengan air
bersih yang mengalir dan sabun.
Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab
penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman
dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. Sedangkan
Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun,
kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
b. Saat
harus mencuci tangan :
§
Setiap kali tangan kita kotor
(setelah memegang uang, memegang binatang, berkebun, dll).
§
Setelah buang air besar.
§
Sebelum makan dan sebelum memegang makanan.
c. Manfaat
mencuci tangan :
§
Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan.
§
Mencegah penularan penyakit seperti
Diare, Disentri, Kolera, Typhus, kecacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran
Pernafasan Akut (ISPA), Flu Burung atau SARS.
§
Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
d. Cara
mencuci tangan yang baik dan benar :
§
Cuci tangan dengan air bersih
yang mengalir dan memakai sabun.
§
Bersihkan telapak, punggung
tangan dan pergelangan tangan lengan, gosok bila perlu.
§
Bersihkan juga sela-sela jari dan lipatan buku
jari.
§
Setelah itu keringkan dengan lap bersih.
3. Menggunakan jamban.
a.
Pengertian jamban
Jamban
adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan
kotoran
manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa
atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan
kotoran dan air untuk membersihkannya.
b. Jenis
jamban
§
Jamban cemplung
Jamban yang penampungannya berupa lubang berfungsi menyimpan dan
meresapkan cairan kotoran / tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke
dasar lubang. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
§
Jamban tangki septik / leher angsa
Jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki septik
kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian / dekomposisi kotoran
manusia yang dilengkapi dengan resapannya.
c. Alasan
harus menggunakan jamban
§
Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau.
§
Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya.
§
Tidak mengundang datangnya lalat
atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit Diare, Kolera, Disentri,
Thypus, kecacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit dan
keracunan.
d. Syarat
jamban sehat
§
Tidak mencemari sumber air minum
(jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter).
§
Tidak berbau.
§
Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan
tikus.
§
Tidak mencemari tanah disekitarnya.
§
Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
§
Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
§
Penerangan dan ventilasi cukup.
§
Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
§
Tersedia air, sabun dan alat pembersih.
e. Cara
memelihara jamban sehat
§
Lantai jamban hendaknya selalu
bersih dan tidak ada genangan air.
§
Bersihkan jamban secara teratur
sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih.
§
Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
§
Tidak ada serangga (kecoa, lalat) dan tikus yang
berkeliaran.
§
Tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air
bersih).
§
Bila ada kerusakan, segera diperbaiki.
f. Menggunakan
jamban dengan benar
§
Ada dua model jamban yaitu jamban
jongkok dan duduk. Bila kita menggunakan jamban duduk jangan berjongkok karena
kaki kita akan mengotori jamban apalagi bila kita memakai alas kaki. Perilaku
kita sangat merugikan pengguna jamban berikutnya.
§
Buang air besar dan buang air
kecil haruslah di jamban untuk mencegah penularan penyakit, karena tinja dan
urine (air kencing) banyak mengandung kuman penyakit.
§
Menyiram hingga bersih setelah
buang air besar atau buang air kecil.
§
Buanglah sampah ditempatnya, agar jamban tidak
tersumbat
dan penuh
dengan sampah.
§ Pengelola
Institusi Kesehatan harus mengawasi dan memastikan bahwa jamban yang tersedia
selalu dalam keadaan bersih.
4. Membuang sampah pada tempatnya.
a.
Alasan harus membuang sampah
ditempatnya
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil
aktivitas manusia maupun alam.
Secara
garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :
§
Sampah anorganik/kering, yang
tidak dapat mengalami pembusukan
secara alami, contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, atau botol.
§
Sampah organik/basah, yang dapat mengalami pembusukan secara alami, contoh : sampah dapur,
sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah.
§
Sampah berbahaya, contoh
: batere, botol
racun nyamuk,
atau
jarum suntik bekas. Selain kotor, tidak sedap dipandang mata, sampah juga mengundang
kuman penyakit. Oleh karena itu sampah harus dibuang di tempat sampah.
b. Akibat
membuang sampah sembarangan
§
Sampah menjadi tempat berkembang
biak dan sarang serangga dan tikus.
§
Sampah menjadi sumber polusi dan
pencemaran tanah, air dan udara.
§
Sampah menjadi sumber dan tempat
hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.
§
Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran.
c. Pengelolaan
Sampah
Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memusnahkan atau
memanfaatkannya.
Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana
sebagai berikut :
§
Penumpukan
Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak
dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik.
Metode penumpukan bersifat murah, sederhana, tetapi menimbulkan risiko karena
berjangkitnya penyakit menular, menyebabkan pencemaran udara, terutama bau,
sumber penyakit dan mencemari sumber-sumber air.
§
Pengkomposan
Cara pengkomposan merupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk
yang mempunyai nilai ekonomi.
§
Pembakaran
Metode ini dapat dilakukan hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis.
Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menghindari pencemaran asap, bau dan
kebakaran.
§
Sanitary
Landfill
Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah
penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang
sangat luas.
Dalam pemanfaatan sampah, sampah basah dapat dijadikan kompos dan
makanan ternak, sampah kering dapat dipakai
kembali
dan di daur ulang seperti sampah kertas dapat didaur ulang.
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang
terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan
pembuatan produk/material bekas pakai.
Material
yang dapat didaur ulang :
§
Botol bekas wadah kecap, saos,
sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas
atau kaca yang tebal.
§
Kertas, terutama kertas bekas di
kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis minyak.
§
Aluminium bekas wadah minuman
ringan, bekas kemasan kue dll.
§
Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll.
§
Plastik bekas wadah shampo, air mineral, jerigen,
ember dll.
§
Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.
d. Manfaat
pengelolaan sampah
§
Menghemat sumber daya alam.
§
Menghemat energi.
§
Mengurangi uang belanja.
§
Menghemat lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
§
Lingkungan asri (bersih,sehat dan nyaman).
5. Tidak merokok di institusi kesehatan.
a.
Alasan tidak boleh merokok di
Tempat Kerja
Institusi kesehatan penuh dengan pasien, mulai dari bayi sampai usia
lanjut, akan terpapar asap rokok yang berbahaya untuk kesehatannya. Rokok
ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan
sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling berbahaya adalah
Nikotin, Tar dan CO. Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusak
jantung dan aliran darah.Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan
Kanker.
CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga
sel-sel tubuh akan mati.
b.
Yang diharapkan tidak merokok di
Tempat Kerja Seluruh orang yang sedang berada di tempat kerja.
c. Akibat
Merokok
§
Menyebabkan kerontokan rambut.
§
Gangguan pada mata, seperti katarak.
§
Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan
perokok.
§
Menyebabkan penyakit paru-paru, jantung dan Kanker.
§
Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak
sedap.
d. Perokok
Aktif dan Perokok Pasif
§
Perokok Aktif adalah orang yang
merokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu cuma 1 batang dalam
seharí. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya
sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok cuma sekedar menghembuskan asap
walau tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.
§
Perokok Pasif adalah orang yang bukan perokok tapi
menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan
tertutup dengan orang yang sedang merokok.
6. Tidak meludah sembarangan.
Ludah
bisa mengandung bibit penyakit terutama pada orang yang sedang sakit, contohnya
penderita penyakit TBC, dahaknya mengandung kuman TBC. Untuk menghindari diri
dari penyakit, masyarakat di institusi kesehatan haruslah membuang ludah di
tempat sampah atau pergi ke toilet.
7. Memberantas jentik di institusi kesehatan.
a.
Alasan memberantas jentik di
Tempat Kerja.
Instititusi Kesehatan menjadi bebas jentik dan petugas serta masyarakat
di institusi kesehatan terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui
nyamuk seperti Demam Berdarah, Malaria dan Kaki Gajah.
b. Pengertian
memberantas jentik di Tempat Kerja
Memberantas jentik di institusi kesehatan adalah kegiatan memeriksa
tempat-tempat penampungan air bersih yang ada di institusi kesehatan (bak
mandi, tempat penampungan air bersih dll) apakah bebas dari jentik nyamuk atau
tidak.
c. Kegiatan
memberantas jentik.
§
Lakukan Pemberantasan Sarang
Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus
Menghindari gigitan nyamuk).
§
PSN merupakan kegiatan
memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit
seperti
Demam Berdarah, Demam Dengue, Chikungunya, Malaria,
Filariasis (Kaki Gajah) di tempat-tempat perkembangbiakannya.
d.
3 M Plus adalah tiga cara plus
yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
§
Menguras dan menyikat
tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, kolam, tatakan pot kembang,
dll.
§
Menutup rapat-rapat tempat
penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang
dapat menampung air hujan.
§
Mengubur atau menyingkirkan barang-barang
bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik
yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas air kemasan, plastik kresek,dll).
§
Plus Menghindari gigitan nyamuk, yaitu :
1.
Memakai obat yang dapat mencegah
gigitan nyamuk, misalnya memakai obat nyamuk oles/diusap ke kulit, dll.
2.
Mengupayakan pencahayaan dan
ventilasi yang memadai.
3. Memperbaiki
saluran dan talang air yang rusak.
4.
Menaburkan larvasida (bubuk
pembunuh jentik) di tempattempat
yang sulit dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air.
5.
Memelihara ikan pemakan jentik di
kolam/bak penampung
air,
misalnya ikan cupang, ikan nila,dll.
6.
Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
misalnya, Zodia, Lavender, Rosemary dll.
e. Manfaat
Tempat Kerja Bebas Jentik
§
Populasi nyamuk menjadi
terkendali sehingga penularan penyakit dengan perantara nyamuk dapat dicegah
atau dikurangi.
§
Kemungkinan terhindar dari
berbagai penyakit semakin besar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria,
Chikungunya, atau Kaki Gajah.
§
Lingkungan Tempat Kerja menjadi bersih dan sehat.
f. Cara
Pemeriksaan Jentik Berkala
§
Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik.
§
Jika
ditemukan jentik, warga Tempat
Kerja dan masyarakat
Tempat
Kerja diminta untuk ikut menyaksikan/melihat jentik, kemudian langsung
dilanjutkan dengan PSN melalui 3 M atau 3 M plus
§
Mencatat hasil pemeriksaan jentik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar