SYARAT KECAKAPAN KHUSUS
PENYEHATAN PERUMAHAN
SYARAT KECAKAPAN KHUSUS
PENYEHATAN PERUMAHAN
I.
PENDAHULUAN.
Rumah merupakan
salah satu kebutuhan pokok manusia yang berguna sebagai tempat tinggal/hunian,
untuk berlindung dari gangguan cuaca dan makluk hidup lainnya serta untuk
membina kehidupan keluarga.
Rumah dapat
menimbulkan gangguan kesehatan karena di dalam dan di luar rumah banyak
terdapat faktor risiko penyakit termasuk mahaya radiasi dan pencemaran udara.
Agar penghuni rumah dapat terhindar dari sakit atau kesakitan maka diperlukan
kondisi kualitas kesehatan lingkungan rumah yang baik.
Rumah terdiri
dari ruangan, halaman dan area sekelilingnya sedangkan perumahan terdiri dari
rumah-rumah atau kelompok rumah dalam satu bangunan seperti rumah susun/
kondominium atau kelompok rumah dalam satu kawasan/wilayah tertentu dimana
lokasi dan kualitas sarana & prasarana kesehatan lingkungan merupakan salah
satu faktor penetu dalam terwujudnya kesehatan masyarakat di perumahan
tersebut.
Untuk
mewujutkan lingkungan perumahan yang sehat harus memperhatikan lokasi, kualitas
tanah dan air tanah , kualitas udara ambien, kebisingan, getaran dan radiasi,
sarana dan prasarana lingkungan (salauran air limbah/drainase, pembuangan sampah,
jalan , tempat bermain dan sebagainya), binatang penular penyakit (vektor) dan
penghijauan.
Bila lingkungan
perumahan tidak diperhatikan, begitu pula dengan kontruksi rumah yang tidak
memenuhi syarat kesehatan, maka dapat memudahkan terjadinya penularan dan
penyebaran penyakit, seperti diare, kecacingan, ISPA, TB, deman berdarah,
malaria, tifus, leptospirosis dan dapat menyebabkan kecelakaan seperti
kebakaran, termasuk paku atau kaca, terpeleset, terantuk dan sebagainya.
Agar rumah dan
lingkungannya tidak merupakan sumber penularan penyakit maka diperlukan peran
serta masyarakat termasuk pramuka untuk turut memelihara dan menjaga rumah
& lingkungan supaya tetap bersih dan sehat sehingga menjadi tempat hunian
yang nyaman dan aman.
Pramuka
diharapkan turut berperan aktif dalam pembangunan kesehatan khususnya di bidang
penyehatan perumahan dan lingkungan oleh karena itu pramuka perlu memiliki
kecakapan khusus bidang penyehatan lingkungan.
II.
PENGERTIAN
1. Rumah adalah bangunan yang
berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga
2. Perumahan adalah kelompok
rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian
yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana lingkungan.
3. Kesehatan perumahan adalah kondisi fisik, kimia
dan biologi di dalam rumah, di
lingkungan rumah dan
perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajad
kesehatan yang optimal.
4. Sarana kesehatan lingkungan
adalah fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan
pengembangan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya.
5. Prasarana kesehatan
lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan
lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
6. Vektor adalah binatang perantara penularan penyakit tertentu seperti
nyamuk, lalat, kecoa,tikus, pinjal,kutu.
7. Tempat perindukan atau
sarang adalah tempat-tempat yang disukai dan cocok untuk berkembang biak vektor
penyakit.
8. Radiasi adalah pancaran
energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dan partikel yang tidak dapat
dilihat, dirasa, dan tidak berbau kecuali cahaya, yang
dbedakan atas
sifatnya yaitu radiasi pengion (dapat mengionisasi atom dan memutuskan
keseimbangan atom-atom dalam molekul sel tubuh) dan radiasi tak pengion (tidak
dapat mengionisasi dan memutuskan keseimbangan atom-atom sel tubuh).
9. Radiasi alam adalah radiasi
yang berasal dari alam antara lain sinar kosmik dari luar angkasa, sinar
matahari (ultra violet, cahaya tampak dan infra merah), radiasi dari kerak bumi
seperti daerah tambang timah, baru bara, emas, tembaga dan lain-lain.
10. Radiasi buatan adalah
radiasi yang berasal dari hasil teknologi yang direkayasa untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia seperti radiasi sinar X untuk foto rontgen,
radiasi untuk terapi dan diagnosa penyakit di rumah sakit, radiasi medan
magnit, medan listrik dan kerapatan daya dari telepon seluler, televisi, radar,
pemancar, alat pemanas/microwave dan komputer.
11. Pencemaran udara adalah
masuknya atau dimasukkannya zat, energi atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan
manusia sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.
12. Pengendalian pencemaran
udara adalah upaya pencegahan dan atau upaya penanggulangan pencemaran udara
serta pemulihan kualitas udara.
13. Udara ambien adalah udara
bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfir yang dibutuhkan dan mempengaruhi
kesehatan manusia, makluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.
14. Gerakan peduli udara bersih
adalah gerakan masyarakat untuk mewujudkan kepedulian masyarakat terhadap udara
bersih.
III.
KECAKAPAN
A.
PRAMUKA SIAGA:
1.
TUJUAN:
-
Mengetahui
arti Rumah Sehat secara sederhana.
-
Mengetahui bagaimana buang kotoran, mengamankan limbah dan mengelola
sampah yang benar.
-
Mengetahui
perbedaan rumah bersih dan kotor.
-
Dapat membantu menyapu ruangan, halaman dan membersihkan perabot rumah
tangga.
Seorang
Pramuka Siaga harus:
a. Dapat menyebutkan ruangan-ruangan yang ada dalam
rumah sehat sederhana.
b. Dapat menyebutkan sarana
dan prasarana yang harus dimiliki lingkungan perumahan.
c. Dapat menyebutkan
keadaan/kondisi rumah tidak sehat dan akibat yang ditimbulkan.
d. Dapat menyebutkan 5 (lima)
upaya yang harus dilakukan untuk mewujudkan rumah sehat.
e. Dapat menyebutkan 3 (tiga)
jenis hewan di rumah atau sekitar rumah yang menjadi perantara penularan
penyakit.
B.
PRAMUKA PENGGALANG Tujuan:
- Dapat menjelaskan arti rumah sehat secara
sederhana.
- Dapat menjelaskan bagaimana membuang sampah dan
kotoran dengan benar.
- Dapat menjelaskan perbedaan rumah bersih dan
kotor.
- Dapat membantu menyapu
ruangan, halaman dan membersihkan perabot rumah tangga.
Seorang Pramuka Penggalang harus:
a. Menguasai materi SKK untuk Pramuka Siaga.
b. Dapat menjelaskan arti rumah sehat secara
sederhana.
c. Dapat menjelaskan tentang kesehatan lingkungan
perumahan
d. Dapat menjelaskan upaya agar rumah menjadi sehat
e. Dapat menjelaskan 5 (lima)
jenis hewan yang menjadi perantara penularan penyakit (vektor) dan jenis
penyakit yang diakibatkan.
f. Dapat menjelaskan upaya
agar rumah bebas dari tempat perindukan (pengembang biakan) vektor.
g. Dapat menjelaskan
pentingnya dilakukan pemilahan sampah, pengamanan limbah rumah tangga
h. Dapat mempraktekkan cara pemilahan sampah
C.
PRAMUKA PENEGAK Tujuan:
- Dapat mengaplikasikan rumah sehat secara
sederhana di keluarganya.
- Dapat mengaplikasikan buang
kotoran, pengamanan limbah dan pengelolaan sampah dan dampaknya dengan benar.
- Mengetahui perbedaan rumah bersih dan kotor
serta dampaknya secara benar.
- Dapat menciptakan untuk
contoh ruangan, halaman dan perabot rumah tangga yang bersih dan sehat di
keluarganya.
- Dapat memberikan penyuluhan
sebagai narasumber tentang rumah sehat, cara buang kotoran, pengamanan limbah,
pengelolaan sampah, cara menjaga kebersihan rumah, halaman, memelihara perabot
rumah tangga.
- Dapat membuat tempat sampah
untuk dipakai di luar dan dalam rumah dan mengembangkan sebagai home industri
(ember, keranjang, kotak papan/kaleng, kotak kayu) yang hygienis dan dapat
dibersihkan/dicuci.
- Dapat menjelaskan ukuran
dan letak yang benar untuk jendela, lubang angin, pencahayaan, dapur dan kakus
dll.
- Dapat membuat rancangan rumah sehat dan
pemilahan
Seorang Pramuka Penegak harus:
a. Menguasai materi SKK untuk Pramuka Penggalang.
b. Dapat mengaplikasikan rumah sehat sederhana di
rumahnya.
c. Dapat memberikan penyuluhan tentang rumah sehat
sederhana.
d. Dapat mengaplikasikan
kesehatan lingkungan perumahan di lingkungan tempat tinggalnya
e. Dapat menjelaskan tentang
pencematan udara dan radiasi serta dampaknya di lingkungan perumahan
f. Dapat memberikan penyuluhan tentang kesehatan
lingkungan perumahan
g. Dapat memberikan penyuluhan
tentang hewan penular penyakit, jenis penyakit yang ditul;arkan dan cara
pencegahannya
h. Membimbing seorang Pramuka
Siaga atau Penggalang untuk mendapatkan TKK Penyehatan Perumahan
D.
PRAMUKA
PANDEGA
Seorang Pramuka Pandega harus:
a. Menguasai materi SKK untuk Pramuka Penegak
b. Dapat memberikan penyuluhan
tentang pencemaran udara menurut tempat, dampak dan yang beresiko terkena
pencemaran udara.
c. Dapat memberikan penyuluhan tentang dampak
radiasi di lingkungan perumahan.
d. Dapat membuat rancangan
rumah sehat, menentukan letak dan memilih bahan bangunan yang baik.
e. Membimbing seorang Pramuka
Siaga atau Penggalang untuk mendapatkan TKK Penyehatan Perumahan.
MATERI
A. MENGETAHUI RUMAH SEHAT SECARA SEDERHANA
Rumah adalah bangunan yang
berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana keluarga. Rumah atau
tempat kediaman tidak harus mewah tapi harus sehat. Persyaratan rumah sehat
menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor:829/Menkes/SK/VII/1999
diantaranya, meliputi persyaratan: Bahan bangunan, penataan ruang rumah,
pencahayaan, kualitas udara, ventilasi, air, limbah, sampah, dan tidak ada
binatang penular penyakit.
Rumah sehat memiliki persyaratan:
1. Bahan bangunan, tidak
terbuat dari bahan yang dapat melepas zat-zat yang dapat membahayakan
kesehatanidk menjadi tumbuh dan berkembangnya mikro oranisme penyakit.
2. Rumah yang memiliki ruangan
terpisah untuk keperluan hidup sehari-hari, dengan ukuran yang memadai, yaitu:
• ruang makan keluarga
• kamar tidur
• dapur
• kamar mandi
• kakus/WC
• tempat cuci pakaian.
Setiap ruangan diatur dengan baik, sehingga
mudah dan tidak terlalu jauh untuk dijangkau.
Uang tidur orang tua d dewasa harus terpisah.
3. Pencahayaan:sinar matahari
dapat masuk ke rumah, terutama pada pagi hari dan pada malam hari ada cahaya
lampu listrik atau lampu lainnya yang cukup untuk membaca.
4. Ventilasi, penghawaan
mempunyai jendela yang selalu terbuka pada siang hari dan terdapat lubang angin
(ventilasi). Luas penghawaann/ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% dari
luas lantai.
5. Air: tersedia air bersih
minimal 60 liter/hari/orang dan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan.
6. Tersedia sarana penyimpanan makanan yang aman.
7. Pengamanan Limbah cair dari
rumah tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau, dan tidak mencemari
permukaan tanah.
8. Pengamanan sampah dan kotoran manusia :
-Pengamanan sampah dilakukan dengan pemilahan
menurut jenisnya yaitu:
a. sampah yang membusuk
disebut sampah organic dapat digunakan sebagai kompos atau pupuk organic.
b. sampah non organic berupa
sampah plastic, kertas, sampah keras lainnya yang bias dilakukan untuk daur
ulang atau digunakan kembali.
c. Membuang kotoran /berak hendaknya di WC.
B.
MENGETAHUI BAGAIMANA
SEHARUSNYA BUANG KOTORAN, MENGAMANKAN LIMBAH DAN MENGELOLA SAMPAH YANG BENAR
Sarana sanitasi dasar yang
harus tersedia:
1. Jamban ( biasa disebut juga WC, Peturasan, Cubluk)
Jamban adalah suatu ruangan
yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat
jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung)
yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.

Alasan harus menggunakan jamban:’
- Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak
berbau
- Tidak mencemari tanah dan sumber air yang ada di
sekitarnya
- Tidak mengundang datangnya
lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit diare, kolera disentri,
thypus, kecacingan, penyakit infeksis saluran pencernaa, penyakit kulit dan
keracunan.
Syarat jamban sehat:
- Tidak mencemari sumber air
minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10
meter)
- Tidak berbau
- Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan
tikus
- Tidak mencemari tanah, dan air tanah
disekitarnya
- Mudah dibersihkan dan aman digunakan
- Dilengkapi dinding dan atap pelindung
- Penerangan dan ventilasi cukup
- Lantai kedap air dan luas ruangan memadai
- Tersedia air, sabun dan alat pembersih
Cara memelihara jamban sehat
- Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak
ada genangan air
- Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang
jamban dalam keadaan bersih
- Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat
- Tidak ada serangga (kecoa, lalat) dan tikus yang
berkeliaran
- Tersedia alat pembersih (sabun untuk cuci
tangan, sikat dan air pembersih)
- Bila ada kerusakan, segera diperbaiki.
Cara Menggunakan jamban dengan benar:
- Ada dua model jamban yaitu
jamban jongkok dan duduk. Bila kita menggunakan jamban duduk jangan berjongkok
karena kaki kita akan mengotori jamban apalagi bila kita memakai alas kaki.
Perilaku kita sangat merugikan pengguna jamban berikutnya.
- Buang air besar dan buang
air kecil haruslah di jamban untuk mencegah penularan penyakit karena tinja dan
urine (air kencing) banyak mengandung kuman penyakit.
- Menyiram hingga bersih setelah buang air besar
atau buang air kecil
- Tidak boleh membuang sampah
ke dalam lubang jamban/kloset seperti tisu atau plastik, dan memasukkan air
sabun ke dalam jamban karena akan membuat jamban/kloset menjadi mampet.
- Kebersihan jamban sekolah merupakan tanggungjawab
bersama.
2.
Sarana
pengelolaan/pembuangan air limbah (spal):
Air limbah ialah air bekas
dari kamar mandi, tempat cuci dan dapur, (tidak termasuk air dari jamban/WC).
Air limbah juga mengandung kuman yang di antaranya kuman-kuman tersebut dapat
menyebabkan penyakit sehingga air limbah menjadi sumber penularan penyakit.

Selain
mengandung kuman penyakit air limbah juga mengandung bahan berbahaya. Oleh
karena itu air limbah berbahaya bagi kesehatan, juga dapat merusak kesehatan lingkungan.
Agar tidak membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan air limbah harus
dibuang dengan cara yang benar.
Cara Pembuangan Air Limbah:
1.
Air Limbah dibuang ke sungai, danau, atau laut
Membuang air
limbah ke sungai, danau, atau laut. Cara ini baru dapat dilakukan bila air
sungai dan danau itu tidak digunakan untuk keperluan lain serta airnya banyak
dan mengalir dengan baik.
2.
Air Limbah Dimasukkan ke dalam bangunan Sumur
resapan
Sumur dibuat
ditempat yang tanahnya gembur dan letaknya jauh dari sumber air. Tanah yang
gembur perlu agar air limbah mudah meresap. Letak sumur dengan sumber air
sekurang-kurangnya 10 meter agar air

limbah yang
meresap tidak mencemari sumber air bersih. Dinding bagian atas sumur ditembok
agar tidak tembus air. Dinding bagian bawah dilapisi dengan batu karang atau
batu kali yang disusun dengan rapi. Sumur dibuat bertutup agar tidak menjadi
sarang nyamuk. Bila sumur penuh, lumpurnya dikeluarkan agar lebih tahan lama
dibuat dua sumur yang berhubungan sehingga bila sumur yang satu penuh airnya
akan mengalir ke sumur yang satu lagi.
3.
Air Limbah di masukkan ke dalam Septic Tank
Cara ini adalah
cara yang terbaik tetapi biayanya mahal, membuatnya sukar dan memerlukan tanah
yang luas. Ada tiga ruangn penampungan dan satu ruangan resapan.
Mula-mula
limbah disalurkan ke ruang penampungan pertama, lalu kotoran yang mengendap
masuk ke penampungan ke dua yang tempatnya lebih rendah, sedangkan air kotor
dan gas masuk ke penampungan ke tiga melalui saluran yang telah dibuat.
Dari
penampungan ke tiga air kotor masuk ke resapan. Ruang resapan ini panjangnya
paling sedikit 10 meter dan digali pada tanah yang mudah diresapi air. Bila
endapan kotoran pada penampungan ke dua penuh, dapat dipompa ke luar sehingga
septic tank dapat dipergunakan terus.
4.
Sistem Riol
Sistim riol ini dipakai di
kota-kota dan diurus oleh Pemerintah atau usaha yang ditunjuk pemerintah. Semua
air limbah dari rumah, dan sekolah disalurkan ke satu tempat lalu diolah secara
bertahap.
Pengolahan yang dilakukan adalah sebagai berikut
a. Kotoran yang besar seperti
kayu, kertas, kain bekas, dan botol-botol plastik semuanya disaring.
b. Lalu air limbah dialirkan ke dalam bak yang
besar agar lumpur dan pasir mengendap
c. Air limbah kemudian dialirkan kedalam saringan
pasir.
d. Air limbah diberi kaporit untuk mematikan kuman
yang berbahaya bagi kesehatan
e. Sesudah itu air limbah
dibuang ke sungai, danau atau laut agar mengalami pengenceran sehingga tidak
berbahaya.
Dari semua
cara yang telah disebutkan di atas, cara pembuangan dengan mengalirkan limbah
ke bangunan sumur resapan adalah cara yang paling mudah.
Bagaimana
cara mengalirkan air limbah ke tempat pembuangannya?
Air limbah dari rumah atau sekolah dialirkan ke
tempat pembuangan melalui saluran.
Saluran air limbah ada yang
tertutup dan ada yang terbuka. Saluran yang tertutup dibuat dari pipa semen
atau semen paralon. Bila ditempatmu tidak ada pipa semen atau paralon dapat
juga dibuat dari batang bambu yang buku-bukunya telah dibuang sehingga dapat
mengalirkan air kotor dengan baik.
Saluran terbuka yang biasa
disebut parit dapat dibuat dari tanah atau semen. Saluran yang tertutup lebih
baik dari ada yang terbuka karena tidak menyebarkan bau dan tidak menjadi
sarang nyamuk.
Agar tidak mudah tersumbat
perlu dibuat tempat penampungan lumpur atau kotoran pada jarak tertentu. Lumpur
dan kotoran pada tempat penampungan itu dibuang sebelum penuh agar air tetap
lancar mengalir.
Parit yang terbuka
sebaiknya dibuat dari semen, bukan dari tanah agar air kotor dapat mengalir
seluruhnya ke lubang penampungan yang telah disediakan.

3. Tempat pembuangan sampah
Sampah adalah semua benda
padat yang karena sifatnya tidak dimanfaatkan lagi (tidak termasuk kotoran
manusia).
Didalam sampah banyak terdapat
kuman atau bakteri. Jadi sampah dapat menjadi sumber penularan penyakit.
Jenis sampah:
- Sampah organik adalah sampah yang bisa membusuk
(sisa makanan, daun, kertas)
- Sampah anorganik adalah
sampah yang tidak bisa membusuk, contoh sampah keras (pecahan beling, logam
atau besi), sampah plastik, sampah berbahaya dan beracun (bekas baterai, bekas
aki).

Sampah harus dibuang pada
tempat sampah agar tidak berserakan. Setiap rumah, sekolah maupun tempat-tempat
lain harus mempunyai tempat pembuangan sampah.
Sarana tempat pembuangan
sampah ada dua macam:
1. Tempat Pembuangan Sampah Sementara,
syarat-syaratnya:
a. Mudah diangkat atau dipindahkan
b. Mudah dicuci
c. Tidak rusak bila dicuci
d. Tidak membahayakan
e. Tahan lama
f. Mempunyai tutup
g. Dapat diletakkan disetiap
ruangan sehingga tidak jauh bila ingin membuang sampah.
2. Tempat Pembuangan Sampah Akhir, syarat-syaratnya
:
a.
Jauh
dari bangunan rumah/sekolah sehingga bau sampah tidak tercium
b.
Jauh
dari sumber air bersih
c.
Letaknya ditempat yang kering, tidak di tempat yang ada genangan atau di
tempat yang sering banjir.
d.
Mempunyai
tutup sehingga tidak menjadi sarang lalat, tikus, kecoa.
e.
Dapat
dipakai dalam waktu yang lama (10 th)
Akibat
membuang sampah sembarangan
- Sampah menjadi tempat berkembang biak dan sarang
serangga dan tikus
- Sampah menjadi sumber polusi dan pencemaran
tanah, air dan udara
- Sampah menjadi sumber dan
tempat hisup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan
- Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan
kebakaran
Pembuangan Sampah Paradigma Lama
|
Pembuangan sampah |
|
Sebagian sampah |
|
sementara. |
|
dimanfaatkan pemulung |
|
|
|
|

|
Ke pembuangan akhir |
|
Sebagian besar sampah
dibuang |
|
|
|
|
|
dengan truk. |
|
dan akan mencemari tanah |
|
|
|
|
|
|
|
|


Sebagian Sampah yang akan
dibakar akan mencemari udara.
Sebagian akan mencemari air
Pembuangan Sampah Dengan
Paradigma Baru:

Digunakan Kembali

Pengelolaan sampah
Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memilah atau memanfaatkannya.
Untuk mengurangi jumlah sampah bisa dilakukan :
1. Digunakan kembali (reuse) mis plastik, botol,
kaleng :
Barang tersebut dapat
langsung digunakan kembali tanpa melalui proses, misalnya botol plastik bekas
digunakan untuk tempat pensil, kaleng digunakan untuk vas bunga.

2. Daur ulang (recycle) contoh
kertas, plastik ; Barang tersebut sebelum digunakan dilakukan proses
penghancuran lalu dibuat barang baru, misalnya kertas diproses menjadi kertas
art (hiasan), plastik diproses kembali untuk dijadikan ember dan lain-lain.
3. Mengurangi volume (reduce) contoh komposting.
Pengkomposan dilakukan untuk sampah organik atau
sampah yang mudah membusuk.
Cara pengkomposan merupakan
cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi.

Cara
pembuatan kompos organik:
Lakukan:
1. Pencacahan sampah organik dari hasil pemilahan.
2. Masukkan dalam gentong atau kranjang.
3. Masukkan kompos jadi untuk peragian.
4. Jaga kelembaban (kalau
terlalu kering tambahkan sampah basah, atau kalau terlalu basah tambahkan
sampah kering.
5. Aduk 2 hari sekali.
6. Dalam waktu 2 sampai 4
minggu akan terjadi perubahan warna, yaitu sampah hijau akan menjadi kehitaman
seperti tanah.
7. Lakukan penyaringan kompos
dengan saringan kawat kasa. Kumpulkan kompos yang sudah jadi dalam wadah, dan
kembalikan sampah yang belum menjadi kompos ke tempat proses pembuatan kompos.
8. Lakukan penyaringan kompos
yang siap dipanen dengan kawat kasa secara rutin hingga menjadi kompos yang
siap digunakan untuk pupuk.
Cara lain untuk pembuatan kompos dengan:
-
Sanitary
Landfill dengan mengubur.
Metode ini hampir sama
dengan pemupukan tetapi cekungan yang telah penuh terisi sampah ditutupi tanah,
namun cara ini memerlukan area khusus yang sangat luas.
Manfaat pengelolaan sampah
- Menghemat sumber daya alam
- Menghemat energi
- Mengurangi uang belanja
- Menghemat lahanTempat Pembuangan Akhir (TPA)
- Lingkungan asri (bersih, sehat dan nyaman)
C. MENGETAHUI PERBEDAAN
RUMAH BERSIH DAN RUMAH KOTOR
1. Rumah bersih adalah rumah
yang terlihat selalu bersih, baik dari kotoran, sampah maupun debu pada
perabotan rumah tangga dan halaman rumah.
2. Rumah kotor adalah rumah
yang di dalam maupun pekarangannya banyak sampah berserakan.
D. DAPAT MEMBANTU MENYAPU RUANGAN, HALAMAN DAN
MEMBERSIHKAN PERABOT RUMAH TANGGA

membersihkan halaman,
![]()
Sarana yang digunakan untuk
membersihkan halaman: sapu lidi, sekop, gunting rumput.

Sarana yang
digunakan untuk membersihkan lantai adalah: sapu lantai, sekop, alat pel,
karbol atau pembersih lantai lainnya.
![]()

Sarana yang
digunakan untuk mengelap meja, mengelap kursi, mengelap lemari, membersihkan
jendela, dengan kain lap kering atau dibasai menurut kebutuhan.
![]()
Agar udara
segar masuk perlu membuka jendela setiap pagi dan menutup pada sore hari,
![]()
Membersihkan kaca jendela, dengan sabun cair dan
kain.
![]()
Sarana yang
digunakan untuk membersihkan rumah/sarang laba-laba, dengan menggunakan sapu
ijuk yang bertangkai panjang,
![]()
Menggunakan, memelihara,
membersihkan, sarana sanitasi dasar (WC, sarana air bersih) yang ada di rumah
dan di sekolah, sikat lantai, sikat kloset, karbol.
![]()

Rumah dan sekolah bebas jentik nyamuk.
![]()
Lakukan kebersihan pada
tempat-tempat yang menjadi berkembangbiakan jentik nyamuk.
SYARAT
KECAKAPAN KHUSUS
Hygiene
Sanitasi Pangan
I.
Pramuka
Siaga
1. Tujuan :
a. Mengetahui bahwa makanan harus terlindung dari
lalat, debu dan binatang lainnya
b. Mengetahui cara mencuci tangan dengan sabun yang
benar
c. Mengetahui cara memilih makanan jajanan yang
sehat di sekolah
2. Seorang Pramuka Siaga harus:
a. Dapat menyebutkan hal-hal yang dapat mengotori
makanan siap saji
b. Dapat menyebutkan jenis tempat penyimpanan
makanan siap saji
c. Dapat mempraktekkan langkah-langkah cuci tangan
yang baik dan benar
d. Dapat menyebutkan 5 (lima) waktu penting cuci tangan
pakai sabun
e. Dapat menyebutkan
jenis-jenis makanan jajanan sehat yang dijual di sekolah.
3. Materi :
Makanan
harus terlindung dari lalat, debu dan binatang lain
Lalat merupakan
serangga yang mempunyai kebiasaan hinggap ditempat kotor, seperti sampah, tinja
dan kotoran lainnya, termasuk juga hinggap pada makanan kita. Hinggapnya lalat
pada kotoran menyebabkan kotoran melekat pada kaki-kaki lalat, sehingga jika
hinggap pada makanan, maka kotoran tersebut dapat mengotori makanan.
Debu ada di
udara dan ada disekitar kita, debu yang berlebihan sangat mengganggu kesehatan.
Debu adalah benda yang sangat kecil dan beterbangan dikemana-mana. Debu dapat
menjadi tempat menempelnya kuman penyakit yang berasal dari tanah, ludah,
sampah dan kotoran lainnya. Jadi makanan yang tidak tertutup dapat terkotori
debu yang beterbangan.
Cara mencegahnya dapat dengan cara :
a. Menyimpan
makanan di dalam lemari makanan, tetapi sebaiknya gunakan lemari pendingin jika
ada.
b. Tutup makanan yang di hidangkan di meja dengan
tudung saji
c. Selalu menjaga kebersihan rumah
d. Memasang pengusir lalat
seperti; memasang lilin, perangkap lalat (lem kertas atau lem lidi), atau
menggunakan lampu warna violet
Perilaku
mencuci tangan dengan sabun
Tangan
dipergunakan sehari-hari untuk memegang bermacam-macam benda, sehingga tangan
dapat menjadi kotor. Oleh karena itu tangan harus di cuci dengan air dan sabun
sebelum makan. Mencuci tangan hanya dengan harus dengan air dan sabun, karena
sabun dapat menghilangkan kotoran dan membunuh kuman yang terdapat di tangan.

Mencuci
tangan dengan sabun sebelum makan
Cara mencuci tangan yang benar adalah :

Langkah-langkah mencuci tangan
dengan sabun
Keterangan gambar:
1. Bilas tangan dengan air bersih.
2. Gunakan sabun secukupnya, sabun cair atau
batang.
3. Gosok-gosok kedua telapak tangan.
4. Gosok-gosok dengan cara menyilangkan jari kiri
dan jari kanan.
5. Gosok-gosok antara punggung
tangan kanan dengan telapak tangan kiri, lakukan bergantian.
6. Gosokkan ujung-ujung jari pada telapak tangan
yang lain secara bergantian
7. Gosok bagian jempol dengan
cara digengam dengan tangan yang lain, lakukan bergantian.
8. Gosok bagian pergelangan
tangan dengan cara digenggam dengan tangan yang lain, lakukan bergantian
Memilih makanan jajanan
yang sehat di sekolah
Jajan makanan merupakan
kebiasaan yang paling disenangi anak-anak sekolah. Sebenarnya anak-anak sekolah
tidak dilarang untuk jajan makanan disekolah. Tetapi makanan jajanan yang
dijual dikaki lima diluar di sekolah banyak yang tidak memenuhi syarat
kesehatan. Mengapa disebut tidak memenuhi syarat kesehatan ? karena pedagang tersebut
menggunakan bahan-bahan yang tidak boleh dimakan. Contoh :
• penggunaan pewarna tekstil atau yang biasa
disebut wantex
• Penggunaan formalin atau boraks
• Pedagang berpakaian lusuh dan kumal
Oleh karena itu anak-anak
harus dapat memilih makanan jajanan yang sehat. Bagaimana cara memilih makanan
jajanan yang sehat di sekolah ? berikut adalah apa yang harus diperhatikan
sebelum jajan makanan di sekolah
1. Pilihlah makanan yang dibungkus
2. Jangan memilih makanan dan
minuman yang berwarna “ngejreng”, seperti warna merah menyala, hijau menyala
atau kuning menyala. Makanan dan minuman ini biasanya menggunakan pewarna
tekstil yang sangat berbahaya bagi kesehatan
3. Biasakan jajan di kantin sekolah, jangan jajan
makanan disembarang tempat

Minuman
yang berwarna menyala (ngejreng)

Pedagang
yang kotor, lusuh dan penuh lalat
Kantin
sekolah yang sehat
II.
Pramuka Penggalang Tujuan :
a. Mampu menjelaskan rantai penularan penyakit
melalui makanan.
b. Mampu menyebutkan penyakit-penyakit yang dapat
ditularkan melalui makanan
c. Mampu menjelaskan cara mencuci peralatan makan
Seorang Pramuka Penggalang harus:
a. Menguasai materi SKK untuk golongan Siaga.
b. Dapat menjelaskan jenis-jenis penyakit yang
dapat ditularkan melalui makanan
c. Dapat menjelaskan mata rantai penularan penyakit
melalui makanan
d. Dapat menjelaskan fungsi
desinfeksi pada kegiatan mencuci peralatan makan yang baik
e. Dapat mempraktekkan cara mencuci peralatan makan
yang baik dan benar
f. upaya agar rumah menjadi sehat
Materi:
Mata rantai penularan
penyakit melalui makanan
Kuman penyakit dapat masuk
kedalam mulut melalui makanan yang kita makan. Makanan dapat terkontaminasi
oleh kuman melalui media perantara. Penyakit yang dapat ditularkan melalui
makanan antara lain adalah:
• Diare atau mencret
• Kholera
• Disentri
• Typhoid
• Hepatitis
• Cacingan
Rantai penularan penyakit
melalui makanan biasa disebut dengan “Diagrams F", yaitu fly, fluid,
field, finger, feces dan food
|
|
|
|
|
|
Fly (lalat) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Fluid (Air) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penderita |
|
Feces (tinja) |
|
|
|
|
Food |
|
Konsumen |
|
|
|
||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
(makanan) |
|
|
|
|
|
|
|
|
Field (tanah) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|

![]()
![]()
Finger (jari
tangan)
Diagram
5 F
Feces penderita
penyakit mengandung banyak kuman-kuman penyakit. Jika penderita buang air besar
(BAB) sembarangan dan tidak cuci tangan dengan sabun, maka dapat mencemari
badan air dan tanah. Disamping itu lalat dapat hinggap pada feces dan mencemari
makanan.
Cara
mencuci peralatan makan yang benar
Bagian untuk pencucian, yang terdiri dari 1
(satu) sampai 3 (tiga) bak/bagian, yaitu :
1). Bagian pencucian
2). Bagian pembersihan
3). Bagian desinfeksi
Teknik pencucian yang benar
akan memberikan hasil akhir pencucian yang sehat dan aman. Maka untuk itu perlu
diikuti tahapan-tahapan pencucian sebagai berikut :
1.
Scraping (membuang sisa kotoran)
Yaitu
memisahkan segala kotoran dan sisa-sisa makanan yang terdapat pada peralatan
yang akan dicuci, seperti sisa makanan di atas piring, gelas, sendok, panci dan
lain-lain.
2.
Flushing (merendam dalam air)
Yaitu mengguyur air ke
dalam peralatan yang akan dicuci sehingga terendam seluruh permukaan peralatan.
Sebelumnya
peralatan yang akan dicuci telah dibersihkan dari sisa makanan dan ditempatkan
dalam bak yang tersedia, sehingga perendaman dapat berlangsung sempurna.
Perendaman
dimaksudkan untuk memberi kesempatan peresapan air ke dalam sisa makanan yang
menempel, atau mengeras (karena kemungkinan sudah lama) sehingga menjadi mudah
untuk dibersihkan atau terlepas dari permukaan alat..
3. Washing (mencuci dengan detergen)
Yaitu mencuci
peralatan dengan cara menggosok dan melarutkan sisa makanan dengan zat pencuci
atau detergent. Detergent yang baik yaitu yang terdiri dari detergent cair atau
bubuk. Karena detergent demikian sangat mudah larut dalam air sehingga sedikit
kemungkinan membekas pada alat yang dicuci. Penggunaan sabun biasa sebaiknya
dihindarkan, karena sabun biasa tidak dapat melarutkan lemak, sehingga
pembersihan lemak tidak sempurna dan kemungkinan masih tersisa bau. Sabun biasa
juga agak sukar larut dalam air dan bila menempel di peralatan akan menimbulkan
bekas (noda) bila peralatan sudah kering.
4.
Rinsing (membilas dengan air bersih)
Yaitu mencuci
peralatan yang telah digosok detergent sampai bersih dengan cara dibilas dengan
air bersih. Pada tahap ini penggunaan air harus banyak, mengalir dan selalu
diganti. Setiap alat yang dibersihkan dibilas dengan cara menggosok-gosok
dengan tangan atau tapas bersih sampai terasa kesat (tidak licin). Pembilasan
sebaiknya dilakukan dengan air bertekanan tinggi, yang cukup sehingga dapat
melarutkan sisa kotoran atau sisa bahan pencuci.
5.
Sanitizing/Desinfection (membebas hama) :
Yaitu tindakan
sanitasi untuk membebas-hamakan peralatan setelah proses pencucian. Peralatan yang
selesai dicuci perlu dijamin aman dari mikroba dengan cara sanitasi atau
dikenal dengan istilah desinfeksi.
Cara desinfeksi yang umum dilakukan ada beberapa
macam yaitu :
a. Dengan rendaman air panas
100oC selama 2 menit.
b. Dengan larutan Chlor aktif
(50 ppm)
c. Dengan udara panas (oven)
d. Dengan sinar ultraviolet
(sinar matahari pagi 09.00
– 11.00) atau peralatan elektrik
yang menghasilkan sinar ultra violet.
e. Dengan uap panas (steam)
yang biasanya terdapat pada mesin cuci piring (dishwashing machieve).
6. Toweling
(mengeringkan) :
Yaitu mengusap
kain lap bersih atau mengeringkan dengan menggunakan kain atau handuk (towel)
dengan maksud untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran yang mungkin masih menempel
sebagai akibat proses pencucian seperti noda detergent, noda Chlor dan
sebagainya. Sebenarnya kalau proses pencucian berlangsung dengan baik, maka
noda-noda itu tidak boleh terjadi. Noda bisa terjadi pada mesin-mesin pencuci,
yang system desinfeksinya sudah kurang tepat. Prinsip menggunakan lap pada alat
yang sudah dicuci bersih sebenarnya tidak boleh karena akan terjadi pencemaran
sekunder (recontaminasi). Toweling ini dapat dilakukan dengan syarat bahwa
towel yang digunakan harus steril dan bersih serta sering diganti untuk
sejumlah penggunaan. Yang paling baik adalah yang sekali pakai (single use).
Cara mencuci peralatan makan yang kurang
hygienis, karena hanya menggunakan satu wadah (ember)
III.
Pramuka Penegak dan Pandega
Tujuan :
a. Mampu menjelaskan dan memfasilitasi cara memilih
bahan makanan yang sehat.
b. Mampu menyebutkan jenis kontaminasi pada bahan
makanan
Seorang Pramuka Penegak harus:
i. Menguasai materi SKK untuk golongan Penggalang.
j. Dapat memilih bahan makanan yang sehat
k. Dapat memberikan penyuluhan tentang cirri-ciri
bahan makanan yang baik.
l. Dapat memberikan penyuluhan
tentang jenis sumber makanan hewani dan nabati
m. Dapat menjelaskan tentang
pencematan udara dan radiasi serta dampaknya di lingkungan perumahan
n. Dapat memberikan penyuluhan
tentang bahaya pada bahan makanan yang terkontaminasi
o. Dapat memberikan penyuluhan tentang pengelolaan
makanan di saat bencana
p. Membimbing seorang Pramuka
Siaga atau Penggalang untuk mendapatkan TKK hygiene sanitasi pangan
Materi:
Memilih bahan makanan yang
sehat
A. Bahan makanan dibagi dalam tiga golongan besar
yaitu :
1. Bahan makanan mentah
(segar) yaitu makanan yang perlu pengolahan sebelum dihidangkan. Contoh :
daging, beras, ubi, kentang, sayuran dan sebagainya.
2. Makanan terolah (pabrikan)
yaitu makanan yang sudah dapat langsung dimakan tetapi digunakan untuk proses
pengolahan makanan lebih lanjut. Contoh : tahu, tempe, kecap, ikan kaleng,
kornet dan sebagainya.
3. Makanan siap santap yaitu
makanan yang langsung dimakan tanpa pengolahan seperti nasi rames, soto mie,
bakso, goreng ayam dan sebagainya.
B. Ciri-ciri bahan makanan yang baik
1. Makanan hewani (berasal dari hewan) :
a. Daging ternak
1). Tampak mengkilap, warna cerah dan tidak
pucat.
2). Tidak tercium bau asam atau busuk.
3). Sifat
elastis artinya bila ditekan dengan jari akan segera kembali (kenyal) atau
tidak kaku.
4). Bila dipegang tidak lekat/lengket tetapi
terasa basah.

Daging
segar
Ikan
segar
1). Warna kulit terang, cerah dan tidak lebam.
2). Ikan bersisik masih melekat sisiknya dengan
kuat dan tidak mudah rontok.
3). Mata melotot, jernih dan tidak suram.
4). Daging elastis, bila ditekan tidak berbekas.
5). Insang berwarna merah segar dan tidak bau.
6). Tidak terdapat lendir berlebihan pada
permukaannya.
7). Tidak berbau busuk, asam atau bau asing yang
lain dari biasanya.
8). Ikan akan tenggelam dalam air.
Ikan segar
c.
Ikan asin/kering
1). Cukup kering dan tidak busuk.
2). Daging utuh dan bersih, bebas serangga.
3). Bebas bahan racun seperti pestisida.
4). Tidak dihinggapi atau menjadi daya tarik
bagi lalat / serangga lain.
Ikan asin dapat diolah
dengan teknik masak yang baik menjadi olahan yang segar. Caranya adalah sebagai
berikut :

Ikan asin
d. Telur
1). Tampak bersih dan kuat.
2). Tidak pecah, retak dan bocor.
3). Tidak terdapat noda atau kotoran pada kulit.
4). Mempunyai lapisan zat tepung pada permukaan
kulit.
5). Kulit telur kering dan tidak basah akibat
dicuci.
6). Bila direndam dengan air maka : Telor yang
masih baik (bagus) akan terendam dalam air dan telor yang telah rusak akan
mengapung diatas air.
7). Bila diteropong (canding) terlihat terang dan
bersih.
Telur yang
terbaik adalah yang diambil langsung dari kandang tanpa perlakuan tambahan
seperti pembersihan atau dilap karena akan mempercepat pembusukan.
Bahaya
kontaminasi pada telur :
Secara alami
isi telur dalam keadaan steril (bebas bakteri), tetapi dapat tercemar karena :
1). Salmonella pada kulit telur disebabkan karena
masih ada kotoran yang menempel pada telur yang retak/pecah.
2). Staphylococcus pada telur yang tercemar tangan
yang kotor.
e. Susu
segar
1). Alami
Susu langsung
diambil dari putting susu sapi, kerbau atau kambing, susu ini masih steril.
Pencemaran akan terjadi karena tangan pemerah, infeksi kulit susu atau
peralatan yang digunakan.
2). Pasteurisasi dan sterilisasi
Pasteurisasi
adalah proses pemanasan susu secara berulang pada suhu 60oC untuk membebaskan susu
dari kuman pathogen.
Dengan cara ini susu tidak
mengalami perubahan tetapi kuman pathogennya mati.
Sterilisasi
adalah pemanasan susu dengan suhu 100oC atau lebih untuk memusnahkan semua jenis kuman
pathogen. Dengan cara ini kuman pathogen mati akan tetapi susunya mengalami
perubahan berupa pemecahan dan penggumpalan protein (denaturasi).
Ciri-ciri
susu yang baik :
a). Warna putih susu dan kental.
b). Cairannya konstan dan tidak menggumpal.
c). Aroma khas susu, tidak bau asam, tengik atau bau amis.
d). Kalau dituang dari gelas masih menempel di dinding gelas.
e). Kalau dimasak akan terbentuk lapisan busa lemak (foam).
f). Bebas dari kotoran fisik seperti darah, debu, bulu serangga dan
lain-lain.
Bahaya
kontaminasi pada susu :
a). Tuberculosis pada susu segar.
b). Staphylococcus aureus.
c). Pemalsuan dengan santan.
2. Makanan nabati (berasal
dari tumbuhan) a. Buah-buahan
1). Keadaan fisiknya baik, isinya penuh, kulit
utuh , tidak rusak atau kotor.
2). Isi masih terbungkus kulit dengan baik.
3). Warna sesuai dengan bawaannya, tidak ada warna
tambahan, warna buatan (karbitan) dan warna lain selain warna buah.
4). Tidak berbau busuk, bau asam/basi atau bau
yang tidak segar lainnya.
5). Tidak ada cairan lain selain getah aslinya.
6). Terdapat
lapisan pelindung alam.

Buah-buahan
b. Sayuran
1). Daun, buah atau umbi dalam keadaan segar, utuh
dan tidak layu.
2). Kulit buah atau umbi utuh dan tidak
rusak/pecah.
3). Tidak ada bekas gigitan hewan, serangga atau
manusia.
4). Tidak ada bagian tubuh buah yang ternoda atau
berubah warnanya.
5). Bebas dari tanah atau kotoran lainnya.
c. Biji-bijian
1). Kering, isi penuh ( tidak keriput dan warna
mengkilap).
2). Permukaannya baik, tidak ada noda karena
rusak, jamur atau kotoran selain warna aslinya.
3). Biji tidak berlubang-lubang.
4). Tidak tercium bau lain selain bau khas biji
yang bersangkutan.
5). Tidak tumbuh kecambah, tunas kecuali
dikehendaki untuk itu (touge).
6). Biji yang masih baik akan tenggelam bila
dimasukkan ke dalam air.
Perhatikan : Biji
yang telah berubah warnanya atau bernoda atau berjamur dan terasa pahit, jangan dimakan karena sangat
berkemungkinan mengandung alfatoksin
yang dapat mematikan.
Bahaya
kontaminasi pada sayuran,
buah dan biji-bijian :
1). Baccillus cereus pada biji-bijian.
2). Pestisida pada sayuran dan buah.
3). Telur cacing ascaris pada sayuran daun.
4). Serangga (kutu) pada biji-bijian kering.
d. Jenis tepung
Tepung banyak
dijumpai jenisnya seperti tepung beras, tepung gandum/terigu, tepung
singkong/tapioca, tepung jagung/maizena, sagu, telur, ikan dan sebagainya.
Tepung yang disimpan terlalu lama akan terjadi perubahan warna dari warna
aslinya yang disebabkan akibat mikroba atau jamur. Maka ciri-ciri tepung yang
baik adalah :
1). Butiran kering dan tidak lembab/basah.
2). Warna aslinya tidak berubah karena jamur
atau kapang.
3). Tidak mengandung kutu atau serangga.
4). Masih dalam kemasan pabrik.
e. Bumbu kering
1). Keadaannya kering dan tidak dimakan serangga.
2). Warna mengkilap dan berisi penuh.
3). Bebas dari kotoran dan debu.
Penggunaan
bumbu kering perlu diperhatikan agar diolah pada saat dekat dengan waktu
pengolahan makanan sehingga bumbu yang telah diolah langsung bisa dipergunakan.
Bahaya kontaminasi pada tepung dan bumbu kering
:
1). Debu dan kotoran.
2). Bahan pewarna.
3). Serangga (kutu)
4). Bakteri coliform.
f. Sayuran berlapis
Seperti bawang,
kol, sawi, jagung muda, bunga tebu dilapisi lapisan kulit luar yang berfungsi
melindungi bagian dalamnya. Lapisan ini sangat menguntungkan waktu panen dan
pengangkutan karena akan mencegah pencemaran. Ciri-ciri makanan jenis ini yang
perlu diperhatikan :
1). Lapisan luar masih menempel dengan baik, dan
tidak berwarna.
2). Lapisan luar telah dalam keadaan bersih.
3). Lapisan dalam masih tertutup.
Bahaya
kontaminasi pada sayuran
berlapis :
1). Residu pestisida akibat kegiatan pertanian
2). E. coli karena dicuci dengan air yang tidak
bersih.
3). Cacing akibat pemupukan/pencucian dengan air
tercemar
Sayuran
yang berlapis
3. Makanan fermentasi
Makanan fermentasi adalah
makanan yang diolah dengan bantuan mikroba seperti ragi (yeast) atau cendawan
(fungi).
a. Makanan fermentasi nabati
seperti tauco, kecap, tempe, oncom, tempoyak, bir, tape dan lain-lain.
b. Makanan fermentasi hewani, seperti terasi,
petis, cingcalo, atau daging asap.
Ciri – ciri makanan fermentasi yang baik :
a. Makanan tercium aroma asli
makanan fermentasi dan tidak ada perubahan warna, aroma dan rasa.
b. Bebas dari cemaran serangga (ulat) atau hewan
lainnya.
c. Tidak terdapat noda-noda
pertumbuhan benda asing seperti spot-spot berwarna, atau jamur gundul pada
tempe atau oncom.
Bahaya
kontaminasi pada makanan fermentasi : relatif hampir tidak ada, hanya perubahan
tekstur atau rasa (catatan : fermentasi tidak terjadi kalau ada bakteri lain
yang tumbuh).
4. Makanan olahan pabrik
Makanan pabrik adalah
makanan yang diolah oleh pabrik makanan dan biasanya dikemas dalam kaleng,
botol plastik atau doos.
Ada yang dikemas dengan
vacuum dan ada yang dalam cara biasa. Ciri makanan olahan pabrik yang baik :
a. Terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan
(dahulu Ditjen. POM, Dep.
Kes.) ditandai dengan
adanya kode nomor :
ML : untuk makanan luar negeri (import) dan
MD
: untuk makanan dalam negeri
PIRT : Pangan Industri Rumah Tangga
b. Kemasannya masih baik, utuh, tidak rusak, bocor
atau kembung.
c. Minuman dalam botol tidak
berubah warna atau keruh serta tidak terdapat gumpalan.
d. Belum habis masa pakai (belum kadaluwarsa).
e. Segel penutup masih terpasang dengan baik.
f. Mempunyai merk dan label yang jelas nama pabrik
pembuatnya.
Bahaya
kontaminasi makanan pabrik
dapat terjadi bila :
a. Clostridium botulinum pada makanan protein
dalam kaleng.
b. Logam berat (Pb,
Cd) pada makanan
kaleng yaitu pada
kelingan patri
(sambungan diatanra dinding kaleng dengan tutup
atas dan bawah).
c.
Kerusakan makanan pada makanan yang kadaluwarsa.
C.
Sumber Bahan Makanan yang baik
Untuk
mendapatkan bahan makanan yang baik perlu diketahui sumber-sumber makanan yang
baik. Sumber makanan yang baik seringkali tidak mudah kita temukan karena
jaringan perjalanan makanan yang demikian panjang dan melalui jaringan
perdagangan pangan.
Sumber bahan makanan yang baik adalah :
1. Rumah Potong Hewan (RPH)
yang diawasi pemerintah dan sebagai tempat pemotongan hewan yang resmi.
2. Tempat potong lainnya yang
diketahui dan diawasi oleh petugas inpektur kehewanan/peternakan.
3. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang diawasi oleh
instansi perikanan.
4. Pusat penjualan bahan
makanan dengan system pengaturan suhu yang dikendalikan dengan baik (swalayan).
5. Tempat-tempat penjualan
bahan makanan yang diawasi oleh pemerintah daerah dengan baik.
6. Industri pengawetan dan atau distributor bahan
makanan yang telah berizin.
7. Perusahaan yang
mengkhususkan diri di bidang penjualan bahan makanan mentah dan dikelola sesuai
dengan persyaratan kesehatan serta telah diawasi oleh pemerintah.
8. Lokasi tempat produksi
sayuran, buah atau ternak seperti daerah pertanian, peternakan atau perkebunan
atau kolam ikan.
Mengelola makanan di waktu
bencana ?
1. Cuci tangan sebelum memasak ! gunakan sabun & air bersih

2. Utamakan memasak makanan “instan” seperti :
a. Super mie, dll
b. Ikan atau daging kalengan (sardencis, cornet
beef, dll)
c. Perhatikan tanggal kadaluarsa !
3. Jika tersedia bahan makanan segar, seperti
daging, Ikan & sayuran, dll, maka;
a. Pilihlah yang masih segar, tidak busuk/ rusak.
b. Cucilah dengan air bersih yang mengalir
c. Jangan menyimpan stok bahan
makanan segar seperti; ikan, daging & telur tanpa alat pendingin (kulkas).

4. Yang harus dilakukan terhadap peralatan memasak
a. Cucilah dengan deterjen & air bersih
b. Jangan menggunakan peralatan yang sudah
rusak/sompal/patah
c. Cucilah kembali peralatan jika sudah selesai
memasak


5. Yang harus diperhatikan sewaktu memasak
a. Jangan batuk/bersin/ke arah makanan
b. Hindari kebiasaan :
- mengorek hidung
- mengorek kuping
- menggaruk kulit
- dll
c. Jangan merokok sewaktu memasak
d. Masaklah makanan sampai benar-benar
masak/mendidih
6. Yang harus diperhatikan dalam menyantap makanan
a. Cuci tangan sebelum makan
b. Santaplah makanan sesegera mungkin
c. Jangan menyisakan makanan matang untuk keesokan
hari

7. Jika setelah makan terjadi hal-hal berikut :
a. Kepala pusing
b. Muntah-muntah
c. Perut sakit & sering buang air, dll
Segeralah menghubungi petugas kesehatan terdekat !
SKK PENGAMANAN PESTISIDA
I.
PRAMUKA SIAGA
Tujuan : Para Pramuka Siaga mengetahui:
A. Definisi pestisida
B. Jenis-jenis pestisida
A. DEFINISI PESTISIDA.
Pestisida adalah semua zat
kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk:
- memberantas atau mencegah
hama-hama dan penyekit yang merusak tanaman, bagian-bagian tanaman atau
hasil-hasil pertanian;
- memberantas rerumputan;
- mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang
tidak diinginkan;
- mengatur atau merangsang
pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman tidak termasuk pupuk:
- memberantas atau mencegah
hama-hama luar pada hewan-hewan peliharaan dan ternak;
- memberantas atau mencegah hama-hama air;
- memberantas atau mencegah
binatang-binatang dan jasad jasad renik dalam rumah tangga, bangunan dan dalam
alat-alat pengangkutan;
- memberantas atau mencegah
binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang perlu
dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah atau air.
B.
JENIS PESTISIDA
Ditinjau dari penggunaannya
pestisida dibagi dalam 2 (dua) kelompok besar, yaitu: 1. Pestisida Rumah Tangga
atau Pestisida Kesehatan Masyarakat.
Adalah
pestisida yang digunakan untuk keperluan pencegahan dan pemberantasan terhadap
vektor penular penyakit (nyamuk, lalat, kecoa dan tikus) di lingkungan rumah
tangga. Pestisida uni bisa didapatkan di toko, kios atau supermaket.
Pestisida ini
dapat digunakan dengan menyemprotkan secara langsung dari wadahnya, tanpa
dilakukan peracikan terlebih dahulu. Biasanya, pestisida tersebut siap disemprotkan
ke hama sasaran atau dioleskan secara langsung.
2. Pestisida Pertanian
Adalah pestisida yang
digunakan untuk keperluan pencegahan dan pemberantasan terhadap hama atau
binatang pengganggu di pertanian.
Biasanya
pestisida yang digunakan harus dilakukan peracikan atau pengoplosan terlebih
dahulu, dengan mencampurkan pestisida tersebut baik yang berbentuk cairan,
bubuk, butiran, maupun pekatan dengan air atau minyak
GAMBAR
II.
PRAMUKA PENGGALANG. Tujuan :
Para Pramuka Penggalang mengetahui:
A.
Manfaat
dan Bahaya Pestisida
B.
Cara dan
bahaya Pestisida
C. Cara penghindari bahaya pesticida
D. Cara menyimpan pestisida
E.
Cara
membuang pestisida
F.
Cara
Tanda gambar tingkatan bahaya pestisida (pictogram)
A.
Manfaat dan Bahaya Pestisida.
Masyarakat sudah banyak
menggunakan pestisida, tetapi kebanyakan masyarakat tidak mengetahui apakah
sebenarnya pestisids itu?
Pestisida
adalah bahan beracun, disamping dapat bermanfaat bagi manusia untuk membunuh
hama, misalnya untuk membunuh nyamuk, lalat, kutu, pinjal, tifus, kecoa
(lipas), rumput-rumputan, hama bunga anggrek dan sebagainya. Tetapi juga dapat
berbahaya bagi manusia bila penggunaannya kurang hati-hati. Bila pesticida
mengenai tubuh manusia, umpamanya tangan, badan atau kepala dan bila secara
tidak sengaja tertelan olehnya, maka manusia tersebut akan tenderita keracunan,
bahkan tidak jarana sampai terjadi kematian.
Pestisida ini
sangat banyak jenisnya, ada yang dipergunakan di bidang kesehatan masyarakat
(dalam rumah tangga), dibidang pertanian, perkebunan, kehutanan juga
dipergunakan untuk pengawet kayu.
Akan tetapi
kesemunya itu tetap beracun bagi manusia, oleh karena penggunaan pesticida
apapun jenisnya harus selalu hati-hati dan mengikuti petunjuk-petunjuk yang
telah ditetapkan.
B.
Cara menggunakan pestisida
Pestisida
digunakan dengan cara menyemprot, menabur, menyiram, melarutkan, mengoles
maupun membakar sesuai dengan bentuk pestisida dan sasaran penggunaannya. Ada
beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menggunakan atau
mengaplikasikan pestisida, yaitu :
1. Sebelum menggunakan
pestisida, sebaiknya membaca keterangan yang terdapat pada label atau
kemasannya secara telita.
2. Dalam melakukan pencamuran
atau pengoplosan pestisida harus mengikuti petunjuk cara penggunaannya yang
tertera pada label.
3. Pada waktu melakukan
pencampuran sebaiknya ditempat yang mempunyai sirkulasi udara yang lancar,
terbuka dan tidak ditempat yang sempit
4. Bekerja dengan pestisida
harus mengunakan alat pelindung/proteksi diri seperti: pelindung
kepala,pelindung mata, masker hidung, sarung tangan, pakaian pelindung/apron
dan pelindung kaki/sepatu yang sesuai dengan jelas pestisida, jenis hama dan
sasarannya.
5. Setiap terjadi tumpahan
atau ceceran pestisida, harus segera dibersihkan. Bila terjadi kontaminasi pada
manusia, harus segera dilakukan pencucian baik pada mata, kulit.
6. Pada waktu melakukan penyemprotan, paling lama.
C.
Cara-cara menghidari bahaya pestisida.
Pestisida
sangat berbahaya bagi manusia. Untuk menjaga atau menghindari jangan sampai
pestisida dapat menimbulkan bahaya maka di dalam penggunaan pestisida harus
mengikuti beberapa petunjuk-petunjuk sebagai berikut :
1. Gunakan pestisida bilamana perlu saja.
2. Bila terpaksa harus
menggunakan pestisida harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang tercantum pada
label (yang tertera pada wadah pestisida)
3. Gunakan pakaian pelindung pestisida bila
menggunakan pestisida.
4. Jangan menyemprotkan pestisida dekat dengan
makanan/bahan makanan.
5. Setelah menggunakan
pestisida anggota badan yang terkena percikan pestisida segera dicuci dengan
menggunakan sabun hingga bersih.
6. Simpanlah pestisida berikut peralatannya dengan
segera ditempat yang aman.
D.
Cara penyimpanan pestisida.
Pestisida harus
pada tempat yang tidak memungkinkan menimbulkan bahaya pada manusia dan hewan
peliharaan. Oleh karena itu di dalam penyimpanan pestisida serta peralatannya
harus diperhatikan beberapa hal :
1. Simpanlah pestisida dan
alat semprot pada tempat khusus penyimpanan pestisida dan dapat dikunci dan
tidak mudah dijangkau oleh anak-anak.
2. Jangan disimpan dekat makanan/bahan makanan
misalnya :
a. di dapur
b. dilemari makanan
c. di lemari bahan makanan
3. Bila perlu dibuatkan kotak
untuk penyimpanan pestisida dan alat semprot serta beri tanda ”AWAS BERACUN”
4. Jangan disimpan dalam kotak-kotak obat-obatan.
Disamping mengetahui seperti
yang diuraikan pada tingkat ini juga memperhatikan beberapa hal yaitu :
1. Bahaya
pestisida terhadap lingkungan.
Pestisida
selain dapat berbahaya langsung terhadap manusia juga dapat membahayakan
lingkungan hidup, yaitu yang dikenal dengan bahaya pencemaran pestisida :
Bahaya terhadap lingkungan ini dapat berupa :
a. Mencemari sumber air minum
(misalnya : sumur, tempat minum, dan sebagainya)
b. Mencemari sungai
c. Mencemari udara terutama udara dalam ruangan.
a. Mencemari bahan-bahan
makanan, misalnya sayur-sayuran buah-buahan dan lain-lain.
d. Mencari tanah/lantai bila
terjadi tumpahan pestisida atau membuang bekas pestisida secara sembarangan.
2.
Cara-cara untuk menghindari pencemaran
pestisida.
a. Dilarang menggunakan
wadah/tempat pestisida untuk keperluan lain, misalnya untuk tempat minyak
goreng dan sebagainya.
b. Harus dihancurkan bekas wadah pestisida dan
ditanam.
c. Jangan menyemprot di dalam ruangan yang ada
penghuninya.
d. Bersihkan tumpahan
pestisida pada lantai dengan cara menguruk dengan pasir, selanjutnya pasir
tersebut dikumpulkan dan ditanam di dalam tanah.
e. Bila mencuci alat-alat
bekas pestisida, hati-hati jangan sampai mencemari sumur maupun sumber air
minum lainnya.
f. Bersihkan badan atau anggota badan bila terkena
percikan perstisida.
g. Cepat-cepat dibuang (ditanam) bila menemui
pestisida yang bocor.
Pada Pramuka
Penggalang ini selain memahami seperti pada tingkat madya, juga harus biasa
menyampaikan penjelasan tentang pestisida dan bahayanya terhadap oran lain dan
adik-adik pramuka tingkat bawahannya.
Penjelasan-penjelasan ini dapat dilakukan dengan
cara
1. Melakukan
penjelasan-penjelasan pribadi terhadap orang lain baik satu anggota keluarga
maupun anggota keluarga maupun anggota keluarga lain.
2. Dapat melatih atau
membimbing adik-adik Pramuka tingkat bawahannya sampai mengerti tentang
pestisida dan bahayanya.
3. Melakukan penjelasan secara
demonstrasi, artinya dengan praktek, dapat melakukan cara-cara pengamanan
pestisida, misalnya :
4. Cara mengubur wadah pestisida
5. Cara membersihkan ceceran pestisida
6. Cara menyimpan pestisida dan peralatannya
7. Dan sebagainya.
Adapun hal-hal yang perlu untuk dijelaskan
adalah :
1. Bahwa pestisida adalah racun yang dapat
mematikan manusia
2. Penggunaan pestisida harus selalu hati-hati
3. Dapat menjelaskan cara-cara menyimpan pestisida
yang aman
4. Dapat menjelaskan cara
bagaimana menghindari terjadinya pencemaran pestisida.
5. Pestisida digunakan seperlunya.
III.
PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA
Tujuan :
Pramuka Penegak dan Pandega
dapat mengaplikasikan serta memberikan contoh (menyuluh) hal-hal yang penting
tentang pestisida seperti :
A. Cara-cara masuk pestisida ke dalam tubuh manusia
B. Gejala-gejala dan tanda-tanda keracunan
pestisida
C. Pertolongan pertama bagi korban keracunan
pestisida
D. Pengobatan keracunan pestisida
E. Penyuluhan pada Masyarakat
Pada tingkat ini selain mengetaui dan
melaksanakan seperti pada Pramuka Siaga dan
Penggalang, juga harus mengetahui dan
melaksanakan beberapa hal, yaitu :
A
Cara masuknya pestisida
Seperti yang
disebutkan sebelumnya bahwa pestisida dapat menimbulkan keracunan pada manusia.
Kejadian ini disebabkan karena masuknya pestisida pada tubuh manusia melalui 3
(tiga) cara :
1. Melalui mulut
Umumnya
kejadian ini karena kecelakaan (bunuh diri) maupun karena ketidak-tahuan
manusia atas bahaya pestisida, misalnya lupa untuk membersihkan tangan sebelum
makan sesuatu dan sebagainya.
2. Melalui pernafasan
Pestisida yang
masuk melalui pernafasan, biasanya dalam bentuk uap pestisida maupun bentuk
titik-titik (partikel), cairan pestisida yang oleh permukaan paru-paru
selanjutnya diserap dan diedarkan keseluruh tubuh.
3. Melalui kulit
Bila permukaan
kulit kena pestisida, maka akan segera diserap keseluruh tubuh melalui
pembuluh/rambut-rambut darah dan lebih-lebih jika ada luka pada kulit, misalnya
korengan, luka-luka kecil dan sebagainya, maka akan lebih cepat diserap ke
seluruh tubuh.
B.
Gejala-gejala dan tanda-tanda keracunan pestisida
Gejala-gejala
keracunan pestisida pada manusia tergantung dari golongan pestisida apakah
pestisida yang masuk dalam tubuh, serta pada tingkat keracunan yang bagaimana
yang dialaminya.
Pada umumnya
pestisida dibagi menjadi dua bagian besar yaitu pestisida golongan organik dan
anorganik. Jenis pestisida yang paling sering digunakan oleh masyarakat.adalah
golongan organik sintetik yang terdiri dari :
1. Golongan
Organophosphate
Sifat-sifat
pestisida golongan ini mudah terurai di alam (tidak persisten) dan tidak
disimpan secara kumulatif dalam jaringan lemak (di dalam tubuh manusia)
sehingga karena sifatnya ini orang sering menggunakan pestisida golongan ini.
Pestisida
golongan ini di dalam tubuh manusia dapat menurunkan kadar kholinesterase
darah. Orang yang terpapar ini akan mengalami gangguan fungsi syarafnya.
Pestisida yang
termasuk golongan ini adalah : Malathion, Diazinon, Abate, Fenethrothion dan
sebagainya.
2.
Golongan Organokarbamat
Sifat-sifat
tersedia ini baik pada lingkungan maupun reaksinya di dalam tubuh manusia pada
umumnya adalah sama, tetapi pengaruh terhadap penurunan kadar kholinesterase
darahnya adalah lebih ringan dibandingkan pengaruhnya oleh Oganophosphat.
Gejala-gejala
dan tanda-tanda keracunan pestisida.
Golongan organophospate dan organochlorine.
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
|
|
|
Golongan |
Organophosphat |
|
No. |
Gejala-gejala |
Pestisida |
dan
Karbonat |
|
|
|
|
Organochlorine |
|
|
|
|
|
|
1. |
Sakit Kepala |
+ |
+ |
|
2. |
Mual (mau muntah) |
+ |
+ |
|
3. |
Pusing |
+ |
+ |
|
4. |
Lemas otot |
+ |
+ |
|
5. |
Gelisah |
+ |
- |
|
6. |
Pikiran kacau |
+ |
+ |
|
7. |
Kelumpuhan sementara |
- |
+ |
|
8. |
Penglihatan kabur |
+ |
- |
|
9. |
Nyeri lokal |
- |
- |
|
10. |
Berkeringat |
+ |
- |
|
11. |
Banyak keluar ludah |
+ |
- |
|
12. |
Wajah pucat |
+ |
+ |
|
13. |
Kejang-kejang |
+ |
+ |
|
14. |
Muntah-muntah |
+ |
+ |
|
15. |
Pucat kebiruan pada bibir |
+ |
+ |
|
16. |
Demam |
- |
- |
17. Sesak nafas
C.
Pertolongan pertama bagi korban keracunan
pestisida
Penderita
keracunan pestisida harus mendapat pertolongan sesegera mungkin sebelum dilakukan
pengobatan, sebab kemungkinan besar akan terjadi kematian
![]()
bila tidak segera diberikan
pertolongan. Untuk itu pertolongan pertama perlu dilakukan, yaitu dengan
cara-cara sebagai berikut :
1.
Pindahkan
penderita di tempat udara yang bersih dan jauh dari pestisida.
2.
Bila pestisida kontak dengan badannya, maka lepaskan baju yang terkena
pestisida selanjutnya penderita dimandikan dan dikeramasi dengan sabun dan air,
jika ada kontaminasi kulit dan rambut.
3.
Bila pestisida mengenai mata, maka mata harus dicuci melalui air yang
mengalir lebih kurang selama 10 menit dan hati-hati jangan sampai terkena pada
mata lainnya.
4.
Bila pestisida tertelan, maka bersihkan mulut dan hidung serta usahakan
agar penderita memuntahkan isi lambungnya. Hal ini bisa dilakukan dengan
meminumkan/memberikan air hangat yang dicampur dengan garam dapur.
5.
Letakkan posisi kepala lebih rendah dari lambung masuk ke saluran
pernafasan.
6.
Bila dalam perjalanan menuju rumah sakit pernafasan penderita berhenti,
maka lakukan nafas buatan.
7.
Bila jantung/nadi berhenti berdenyut, lakukan pijat jantung dengan
menekan dada kiri berulang-ulang.
8.
Bila terjadi kejang-kejang berikan sendok antara lidah dan langit-langit
mulut agar lidah tidak tergigit/menyumbat tenggorokan.
D.
Pengobatan Keracunan Pestisida
Pengobatan
keracunan pestisida hanya bila dilakukan oleh seorang dokter atau tugas
kesehatan yang sudah dipercaya dapat memberikan pengobatan keracunan pestisida,
setelah dilakukan pertolongan pertama pada penderita maka sesegera mungkin
penderita tersebut dibawa ke rumah sakit/Puskesmas/dokter terdekat untuk
diberikan pertolongan lebih lanjut.
E.
Penyuluhan Pada Masyarakat
Setiap Pramuka
golongan Penegak harus dapat memberikan penyuluhan tentang bahaya dan manfaat
pestisida kepada masyarakat seperti yang diuraikan terdahulu.
Penyuluhan ini
bisa dilakukan dengan jalan ceramah, diskusi kelompok (kecil) mengenai
organisasi-organisasi sosial yang ada, bisa dilakukan secara perseorangan
ataupun dilakukan melalui pengorganisasian masyarakat.
Untuk Pramuka Penegak/Pandega,
selain mengetahui dan melaksanakan, maka perlu memahami juga beberapa hal,
antara lain :
1. Mengetahui pelaksanaan dan
penyuluhan pada masyarakat tentang pemusnahan wadah pestisida serta sisa-sisa
pestisida secara aman.
2. Seperti telah diuraikan
pada golongan Penggalang bahwa semua wadah bekas pestisida tidak diperbolehkan
untuk dipergunakan bagi keperluan lain, misalnya: untuk tempat minyak goreng,
tempat minum ataupun tempat-tempat lainnya.
3. Oleh karena itu setiap
wadah pestisida harus dimusnahkan dan yang penting harus diperhatikan bahwa,
selama pemusnahan agar dilakukan secara aman, dalam arti tidak menimbulkan
bahaya terhadap manusia maupun lingkungan.
4. Pemusnahan itu bisa
dilakukan dengan cara dibakar dengan suhu tinggi(melalui incubator) maupun
ditanam setelah dihancurkan terlebih dahulu jangan dibuang di sungai atau
ditanam begitu saja.
5. Pemusnahan dengan jalan
dibakar kerugiannya selain dapat menimbulkan pencemaran (polusi) udara juga
memerlukan biaya yang mahal. Oleh karena itu pemusnahan yang sering dilakukan,
yaitu dengan cara ditanam (dikubur), selain biayanya murah juga praktis
dilakukan.
6. Akan tetapi yang perlu
diperhatikan adalah jangan sampai menimbulkan pencemaran pada air tanah, oleh
karena itu selama melakukan penguburan wadah pestisida atau sisa-sisa bekas
harus diperhatikan beberapa hal, antara lain:
a. Tempat
penguburan hendaknya diperhatikan,
tinggi air tanah
sewaktu
musim hujan (tidak boleh kurang dari 3 meter
dari permukaan tanah).
b. Harus jauh
dari tempat tinggal peduduk, yaitu kira-kira sejauh minimal 100 meter.
c. Dalamnya lubang tidak boleh lebih dari 1 meter.
d. Dalam melakukan penguburan
agar dicampur dengan kapur secukupnya sebelum ditutup kembali dengan tanah
untuk menetralisir sisa-sisa pestisida.
SKK
PENGAWASAN KUALITAS AIR
I. PRAMUKA SIAGA
Seorang Pramuka Siaga harus mampu:
- Mengetahui arti penting dan manfaat air bagi
manusia
- Mengetahui tanda-tanda air
bersih serta mengetahui sumber-sumber mendapatkan air bersih
- Dapat membedakan air bersih dengan air kotor
secara sederhana.
- Mengetahui penyakit yang disebabkan oleh air
kotor.
- Mengetahui cara
pengangkutan/pengambilan air dengan tidak menggangu kualitas air/mutu air.
- Mengetahui cara menjaga kebersihan tempat
menyimpan air
- Mengetahui cara-cara mendapatkan air minum yang
sehat
A. MENGETAHUI
MANFAAT AIR BAGI MANUSIA
Air sangat
besar pengaruhnya terhadap kehidupan manusia maupun binatang dan
tumbuh-tumbuhan, juga merupakan sumber dasar untuk kelangsungan hidup di atas
bumi.
Tubuh manusia mengandung
60 – 70% air dari seluruh berat badan, bila terjadi kehilangan 20% saja air
dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian. Sedangkan untuk minum diperlukan air
sebanyak 3% dari berat badan atau sekitar 2.3 liter setiap har.
Mengetahui kebutuhan/manfaat air sebagai
berikut:
Untuk
mengetahui rumah tangga sehari-hari seperti: minum, memasak, mandi/membasuh
badan, memmbersihkan lantai dan mencuci pakaian, alat-alat dapur dan lain-lain.
Untuk kebutuhan
umum, seperti: cuci ikan di pasar, cuci tangan, WC/tempat kencing (di kantor,
hotel, di rumah makan, terminal bis/angkutan umum, lapangan udara) dan di
mesjid serta bioskop.
Untuk keperluan industri
seperti : membuat makanan/minuman, pembangkit tenaga listrik, pegolahan bahan
industri, dan lain-lain.
Untuk keperluan irigasi,
seperti: mengairi sawah, ladang, menyiram tanaman dan perikanan.
Untuk keperluan lainnya,
seperti : peternakan hewan, unggas, pemadam kebakaran, dan mencuci kendaraan.
B.
MENGERTI ARTI AIR SEHAT
Air sehat
adalah air bersih yang dapat dipergunakan untuk kegiatan manusia dan harus
terhindar dari kuman-kuman penyakit dan bebas dari bahan-bahan kimia yang dapat
mencemari air bersih tersebut.
Akibat air yang tidak sehat dapat menimbulkan :
Gangguan kesehatan seperti:
penyakit perut antara lain (kolera, diare, disentri), keracunan.
Penyakit kecacingan (cacing
pita, cacing gelang, cacing kremi, kaki gajah) Gangguan teknis seperti: pipa
air tersumbat, pipa berkarat, bak air berlumut.
Gangguan dalam
segi kenyamanan, seperti : air keruh, air berbau, air berasa asam/asin, dan
timbul bercak kecoklatan pada kloset/WC atau kecoklatan pada westafel/tempat
cuci tangan karena air mengandung zat besi berlebih.
C.
MENGETAHUI
TANDA AIR BERSIH
Air bersih secara fisik
dapat dibedakan melalui indera kita, antara lain (dapat dilihat, dirasa,
dicium, dan diraba) :
1. Air tidak boleh bewarna harus jernih sampai
kelihatan dasar tempat air itu.
2.
Air tidak boleh keruh harus bebas pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan
kotoran lainnya.
3.
Air tidak boleh berasa, harus bebas dari bahan kimia beracun, tidak
berasa asin, tidak berasa asam/basa.
4. Air tidak boleh berbau, seperti bau busuk, bau
belerang.
5.
Air harus sesuai dengan suhu sekitarnya atau lebih rendah, tidak boleh
suhunya lebih tinggi.
D.
MENGETAHUI
MACAM ASAL SUMBER AIR
Air di bumi
pada dasarnya merupakan proses pengulangan yang terus-menerus berupa proses
sirkulasi dari penguapan, peresapan dan pengaliran. Air dari permukaan tanah
dan laut akibat panas matahari akan menguap, berubah menjadi awan, kemudian
jatuh sebagai hujan atau salju. Sebagian diserap tumbuh-tumbuhan dan sebagian
diserap tanah menjadi air tanah, yang sewaktu-waktu dapat memancar ke permukaan
tanah bila lapisan tanah ada yang lunak, menjadi mata air.
Sumber
asal air dapat digolongkan menjadi :
1. Air yang berasal dari angkasa contoh : air
hujan, salju, hujan es.
2. Air yang berasal dari
permukaan contoh : air sungai, air telaga, waduk, danau dan air laut.
3. Air yang berasal dan tanah (dibagi menjadi
beberapa macam) :
a. Air rembesan atau air tanah
dangka, contoh : air sumur gali, air sumur pompa tangan dangkal.
b. Air tanah dalam, contoh: air sumur pompa tangan
dalam, sumur bor dalam.
c. Air artesis (air yang memancar ke atas cukup
kuat)
d. Mata air (sumber air yang
keluar ke permukaan tanah dan dapat mengalir sendiri).
E. DAPAT
MEMBEDAKAN AIR BERSIH DAN AIR KOTOR
Air kotor adalah air yang
secara pisik (dapat dilihat) tampak keruh, kehitam-hitaman/coklat, menimbulkan
bau, tidak jernih, bewarna gelap dan berasa asin/asam.
-
Tanda-tanda air kotor lainnya seperti tambak banyak ikan yang mati di
sunga/laut dalam saat tertentu karena air telah tercemar bahan kimia tertentu.
-
Pada air yang keruh bercampur lumpur maupun kotoran/bahan organic dari
akar-akar pohon sekitarnya dan ikan tidak bisa hidup, karena kurang
udara/oksigen.
-
Air sungai, danau, laut banyak mengandung sampah, busa, pada permukaan
air tersebut.
-
Kadang-kadang air tampak jernih tetapi timbul bau busuk seperti bau
belerang/telur busuk karena air mengandung belerang.
F.
MENGETAHUI CARA MENJAGA KEBERSIHAN TEMPAT
MENYIMPAN AIR
1. Dimulai dari
asal sumber air, misalnya : Sumur gali, sumur pompa, kran umum, mata air harus
dijaga, sebagai tempat sumber/sarana yang dipakai, seperti lantai sumur tidak
boleh pecah/retak, bibir sumur harus diplester dan tidak ada genangan air
sekitar sumber air.
GAMBAR
a. Konstruksi bangunan harus dijaga kebersihannya, tidak boleh berlumut,
bercak-bercak kotoran pada lantai/dinding sumur dan ember/gayung pengambil air
harus tetap bersih.
b. Sekitar bangunan air tidak boleh ada genangan air yang dapat
mencemari sumber air, jadi harus dialirkan melalui selokan-selokan.
c. Lantai
sumur dan sekitar mata air harus dibuat agak miring supaya sisa air dapat
mengalir ke tepi dan lantai tetap kering. Kemudian sisa air dan kotoran
dialirkan ke selokan peresapan, jangan ada comberan.
2.
Cara pengambilan air
a. Untuk sumur harus memakai
ember/gayung dengan tali yang bersih, dapat pula diberi kerekan atau dengan
pompa.
Setelah selesai mengambil
air, ember serta tali harus di letakkan di atas sumur gali berpenutup, jangan
dicelupkan ke dalam sumur.
b. Untuk sumur pompa tangan,
pada waktu dipompa harus pelan dan keluar air dengan lancar. Jangan terlalu
kasar, supaya tangkai tidak cepat patah dan klep karet dalam pompa tidak cepat
aus/rusak.
c. Untuk kran umum: mulut kran
harus tetap bersih dan cara memutar ulir kran jangan terlalu kuat supaya tidak
cepat rusak. Setelah selesai ulir kran harus ditutup, jangan biarkan air
menetes. Bila air masih menetes karena karet ulir yang sudah aus/rusak harus
diganti.
d. Untuk mata air, cara
mengambil air harus melalui kran yang disediakan, jangan mencelupkan ember ke
dalam bak penampung mata air dan tetap dijaga pengotoran sampah.
3.
Tempat yang dipakai untuk menyimpan air.
a. Harus terbuat dari bahan
yang kedap air/tidak merembes dan tidak mudah berkarat seperti: gentong, drum
plastik, drum alumunium, bak fiber glas. Semuanya harus memakai penutup.
b. Harus diletakkan pada
tempat yang terang dan mudah dijangkau serta ada penutup supaya tidak mudah dihinggapi
serangga (lalat, kecoa, semut, nyamuk) dan debu.
c. Harus sering dikuras setiap
minggu 2 kali, mudah membersihkan dan tidak ada comberan di sekitarnya serta
diletakkan di tempat yang kering jangan lembab.
G.
MENGETAHUI PENTINGNYA DAN
TANDA-TANDA AIR BERSIH SERTA DAPAT MEMBEDAKANNYA DENGAN AIR KOTOR SECARA
SEDERHANA.
1. Pentingnya
Air Bersih
Air bersih penting karena
dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup di alam ini seperti manusia, hewan maupun
tumbuh-tumbuhan. Tanpa air kita tak dapat hidup atau bertahan hidup.
Air yang harus
kita pergunakan sehari-hari untuk mandi, mencuci, masak, minum, berkumur,
menyiram tanaman dan sebagainya haruslah air yang bersih, agar kita tidak
terkena penyakit atau terhindar dari sakit.
Sehari-hari air bersih kita
perlukan untuk bermacam-macam keperluan rumah tangga dan di luar rumah, seperti
:
- Untuk mandi, mencuci, berkumur
- Untuk masak, minum, membuat minuman
- Untuk membersihkan lantai,
menyiram tanaman dan pekarangan, mencuci sepeda, motor dan lain-lain.
- Untuk makanan dan minuman
ternak (ayam, bebek, sapi, kerbau, kambing, dan sebagainya)
- Untuk air sawah, tambak ikan dan lain-lain
- Untuk keperluan di sekolah,
di kantor, di rumah sakit, di warung makan, mesjid, musholla dan lain-lain
2.
Tanda-tanda Air Bersih Sumber air bersih berasal
dari :
- Air sumur gali, air sumur pompa/bor
- Air ledeng, air kran
- Air mata air dari pegunungan
- Air hujan
Sedang tanda-tanda air bersih itu adalah :
- Airnya bewarna bening, jernih, tidak keruh
- Rasa airnya tawar, tidak asam, tidak asin, tidak
payau, tidak pahit
- Air tidak berbau amis, anyir atau busuk
- Airnya segar
Adapun air yang kotor biasanya mempunyai
tanda-tanda:
- Airnya bewarna keruh, kotor, coklat, abu-abu,
hitam, dan lain-lainnya
- Air kotor biasanya berbau amis, anyir/busuk dan
sebagainya.
- Banyak kotoran, sampah, daun-daunan, kaleng
bekas, dan lain-lain.
Jadi bedanya air bersih dan kotor itu adalah:
Air bersih itu
jernih/bening, sedangkan air yang kotor itu bewarna keruh kotor dan berbau
serta banyak sampah-sampah kotoran.
Air kotor itu berasal dan
air air bekas mandi, air bekas mencuci pakaian, piring, air bekas mencuci
motor, sepeda, mengepel lantai dan sebagainya.
B.
MENGETAHUI PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH AIR
KOTOR
Didalam air bibit-bibit
kuman penyakit dapat hidup. Air juga dapat membawa bibit-bibit kuman
penyakit maupun bibit serangga, seperti nyamuk, lalat, dan sebagainya.
Jadi air kotor itu dapat
membawa dan mengandung bibit penyakit, sehingga dapat menimbulkan
bermacam-macam penyakit, antara lain :
- Penyakit kulit seperti gatal, kutu air, kudisan
- Penyakit perut (disentri, muntah berak, kolera
mencret typus)
- Penyakit cacing Schistosoma
- Penyakit kuning karena air kencing tikus
C. PENGANGKUTAN/PENGAMBILAN
AIR AGAR TIDAK MENGGANGU KUALITAS
AIR/MUTU
AIR
Untuk menjaga mutu/kualitas
air yang diambil/dibawa agar tidak berubah (terganggu), maka kita harus:
1. Mengambil air dari sumber
air yang baik dan bersih seperti sumur gali, air sumur pompa/bor, air mata air
dari gunung, air kran, air hujan, dan sebagainya.
2. Berusaha menjaga agar di
sekitar tempat sumber mata air sumur pompa air, bak air ledeng, bak air hujan,
dan lain-lain harus dipelihara dan selalu bersih. Caranya:
- Tidak membuang
kotoran-kotoran dan sampah dekat mata air, sumur, dan sumber air bersih
lainnya.
- Sumur tidak terlalu dekat dengan septic tank
atau jamban
- Jangan mandi terlalu dekat sumur
- Ternak seperti ayam,
kambing, kerbau tidak mengotori sumur, mata air, bak penampungan hujan
- Sumur harus mempunyai dinding, lantai sumur,
bibir sumur, dan pagar
- Air hujan yang dipakai/ditampung harus disaring
- Pohon sekeliling mata air jangan ditebang.
- Air buangan/kotor yang
berasal dari penggunaan air bersih dibuat saluran air kotor sehingga air kotor
tidak tergenang di sekitar sumber air bersih.
Air diangkat/diambil dengan alat-alat/benda yang
bersih dan benar seperti :
- Air sumur diambil dengan timba yang bersih atau
dengan pompa air
- Air ledeng diambil dari kran-kran air yang telah
disediakan.
-
Ember, tempayan, bak air untuk menampung dan menyimpan air harus bersih
dan mempunyai tutup.
-
Ember, tempayan, bak air seminggu sekali harus dibersihkan dan digosok
agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebab Demam Berdarah.
- Gelas untuk minum juga harus bersih dan memakai
tutup
- Air mentah yang akan diminum harus dimasak lebih
dahulu.
D. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkanair minum yang
sehat:
1. Merebus air
Air bersih direbus sampai mendidih untuk
mematikan kuman-kuman penyakit.
2. Saringan Pasir lambat (Biosand Filter)
3. Menjemur air/SODIS (Solar Disinfection)
4. Saringan keramik (ceramic filter)
5. Klorinasi
Dengan cara membubuhkan zat
chlorin ke dalam air dengan takaran tertentu. Yang paling sering digunakan di
masyarakat yaitu Kalsium Hipoklorit (Kaporit) dalam bentuk bubuk.
II.
PRAMUKA PENGGALANG
Seorang
Pramuka Penggalang harus:
-
Mengetahui
materi SKK untuk Pramuka Siaga
-
Dapat
menjelaskan penyakit yang dapat ditularkan melalui air.
-
Dapat
menjelaskan cara memperoleh air yang baik secara fisik dan bakteriologis.
-
Dapat
menjelaskan beberapa teknologi PAM RT
-
Dapat
melakukan pengolahan air minum dengan metode SODIS
-
Dapat menjelaskan dan menerangkan cara mengatasi pencemaran air secara
sederhana
-
Dapat
melakukan pemeriksaan air secara bakterilogis dengan metode H2S
A. Pentingnya Air Bersih dan sumber-sumber Air
Bersih
Air merupakan salah satu
kebutuhan pokok bagi kehidupan makhluk hidup khususnya manusia, air selain
memberikan manfaat yang menguntungkan bagi manusia juga dapat memberikan
pengaruh buruk terhadap keesehatan manusia. Selain itu air tidak memenuhi
persyaratan sangat baik sebagai media penularan penyakit.
Penyakit dapat ditularkan melalui air, dapat
dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu:
1. WATER BORNE DISEASES.
Adalah penyakit
yang ditularkan melalui air minum, di mana air minum tersebut bila mengandung
kuman patogen terminum oleh manusia maka dapat terjadi penyakit. Diantara
penyakit tersebut adalah : penyakit Kholera, penyakit Typhoid, penyakit
Hepatities infektiosa, penyakit Dysentri dan Gastrointerities.
2. WATERS WASHED DISEASES
Adalah penyakit
yang disebabkan oleh kurangnya air untuk pemeliharaan hygiene perseoranga.
Dengan terjaminnya kebersihan oleh tersedianya air yang cukup, maka
penyakit-penyakit tertentu dapat dikurangi penularannya pada manusia, dan
penyakit ini banyak di daerah tropis.
Penyakit ini sangat
dipengaruhi oleh cara penularan dan dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu:
a. Penyakit infeksi saluran pencernaan.
Salah
satu penyakit infeksi pencernaan adalah penyakit diare yang merupakan penyakit
di mana penularannya fecal-oral. Penyakit diare dapat ditularkan melalui
beberapa jalur, diantaranya yang melalui air (water borne) dan jalur yang
melalui alat-alat dapur yang dicuci dengan air (water washed).
Contoh penyakit
ini serupa dengan yang terdapat pada jalur water borne, yaitu: Kholera,
Typhoid, Hepatitis A dan Dysentri basiler.
Berjangkitnya
penyakit ini erat kaitannya dengan kesediaan air untuk makan, minum dan
memasak, serta kebersihan alat-alat makan.
b. Penyakit infeksi kulit dan selaput lendir
Penyakit
ini sangat erat kaitannya dengan hygiene perorangan yang buruk. Angka kesakitan
ini dapat ditekan dengan penyediaan air yang cukup untuk kebersihan
perseorangan. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas air bersih sehingga air
tidak mengandung mikroba-mikroba yang menimbulkan penyakit seperti : Infeksi
fungus pada kulit, penyakit Conjuctivitis (trachoma) dan sebagainya.
c. Penyakit-penyakit yang
ditimbulkan insekta pada kulit dan selaput lendir. Penyakit ini sangat
ditentukan oleh tersedianya air bersih untuk hygiene perseorangan dan
kebersihan umum tidak terjamin. Yang termasuk parasit ini adalah scabies. Louse
borne relapsing fever dan sebagainya.
3. WATER BASED DISEASES
Adalah penyakit
yang ditularkan oleh bibit peyakit yang sebagian siklus hidupnya di air seperti
schistosomisiasis. Larva schistosoma hidup di dalam keong-keong air. Setelah
waktunya larva ini akan mengubah bentuk menjadi cercaria dan menembus kulit
(kaki) manusia yang berada di dalam air tersebut. Sangat erat hubungannya
dengan kehidupan manusia sehari-hari seperti menangkap ikan, mandi, cuci dan
sebagainya.
4. WATER RELATED INSECTS VECTORS
Adalah penyakit
yang ditularkan melalui vektor yang hidupnya tergantung pada air misalnya
Malaria, Demam Berdarah, Filariasis, Yellow fever dan sebagainya.
Nyamuk aedes
aegepty yang merupakan vektor penyakit Dengue berkembang biak dengan mudah bila
dilingkungan tersebut terdapat tempat-tempat genangan/penampungan air bersih
seperti gentong air, pot dan sebagainya.
Air yang bersih
dapat diperoleh dari beberapa sumber air seperti:
a.
Air tanah
- Diambil melalui sumur gali
dengan memakai timba yang bersih atau dengan menggunakan pompa air
- Diambil dari air sumur bor/mesin pompa air.
- Air yang dipakai untuk ”memancing”
agar pompa air dapat berjalan haruslah air yang bersih.
- Air sumur, pada waktu
banyak terjadi penyakit muntah berak/kolera harus diberi bubuk agar kuman
penyakitnya mati.
b.
Air hujan
- Air hujan yang jatuh dari
langit sebelum ditampung harus disaring dulu, dengan ijuk atau kain agar
kotoran tidak ikut masuk kedalam bak air.
- Air yang telah disaring
harus ditampung ditempat yang bersih, seperti tempayan, drum, bak semen dan
sebagainya.
Tempat menampung air hujan harus memakai tutup.
-
Air hujan yang telah ditampung diambil dengan timba/gayung atau kran
yang bersih
-
Air hujan dapat dibubuhi kaporit dan kapur tohor untuk membunuh kuman
penyakit.
c.
Air Ledeng (Air dari Instalasi Penjernihan Penyelenggara Air Minim/PAM)
- Diambil dari kran umum,
bak-bak umum, tangki air dan hydran air yang telah disediakan oleh Perusahan
Air Minum pada tempat pemukiman.
- Tidak boleh diambil dari pipa-pipa air yang
dibocorkan.
- Tidak boleh menyedot air
dari pipa-pipa air dengan pompa air agar kotoran dari luar tidak tersedot
(terisap).
Air yang baik secara
bakteriologis adalah air yang tidak mengandung bakteri E. Coli.
B.
PENGARUH PARAMETER
MENYIMPANG DARI AIR MINUM TERHADAP KESEHATAN.
1.
Parameter Fisis.
a. Suhu
Suhu sebaiknya
sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada
pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan.
b. Warna.
Air minum
sebaiknya tidak berwarna untuk alasan estetis dan untuk mencegah keracunan dari
berbagai zat kimia maupun mikroorganisme yang berwarna. Secara alamiah air rawa
berwarna kuning muda karena ada tanin, asam humat dan lain-lain. Karena warna
menyerupai urine, orang tidak sampai hati menggunakanya.
c. Bau
Air minum yang
berbau selain tidak estetis juga tidak diterima oleh masyarakat. bau air dapat
memberi petunjuk akan kualitas air. Bau air anyir karena tumbuhnya algae, dan
sebagainya.
d. Rasa
Air
minum biasanya tidak memberi rasa/tawar. Air yang tidak tawar dapat menunjukan
kehadiran berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan, rasa pahit, asin dan
sebagainya.
e. Kekeruhan
Kekeruhan air
disebabkan masih terdapat banyak zat padat yang tersuspensi, baik yang
anorganik maupun yang bersifat organik. Zat anorganik, biasanya merupakan
lapukan batuan atau logam, sedangkan yang organik banyak berasal dari buangan
industri yang dapat menjadi makanan bakteri dan perkembangbiakan bakteri ini
menambah kekeruhan air, juga algae yang berkembang biak karena adanya zat hara
N.P.K. juga menambah keruhnya air. Air yang keruh akan memberi perlindungan
pada kuman.
e. Jumlah zat padat terlarut (TDS)
Jumlah
zat padat terkaruut dapat memberi rasa yang tidak enak pada lidah, rasa mual
yang disebabkan karena natrium sulfat. Magnesium sulfat dan dapat
menimbulkancardiac diseasestoxemia pada wanita hamil.
C.
Parameter Mikrobiologi.
a.Coliform tinja
Air yang mengandung koliform
tinja sangat potensial menularkan penyakit yang berhubungan dengan air,
khususnya diare.
b.Total Coliform.
Bila air minum
mengandung coliform dapat mengakibatkan penyakit-penyakit saluran pencernaan.
Perlu diingat kuman ini tidak sepenuhnya apatogen. Beberapa type dapat
menyebabkan disentri pada bayi. coliform tidak sepenuhnya dapat mewakili virus.
Karena coliform musnah lebih dahulu chlor, sedangkan virus, kista amoeba juga
tahan lama dalam saluran air bersih, demikian pula telur-telur cacing.
Mengetahui
dan dapat menjelaskan teknologi PAM RT
1.
Merebus
air
Hal-hal yang harus diperhatikan saat merebus air
:
-
Biarkan air mendidih selama paling sedikt 3menit untuk memastikan
seluruh mikroorganisme mati. Jika air sudah terlihat mendidih, api jangan langsung
dimatikan. Tunggu 1-3 menit
-
Setelah direbus air harus ditempatkan dalam wadah tertutup untuk
mencegah terjadinya kontaminasi ulang.
2.
Saringan
Pasir lambat (Biosand Filter)
Air dimasukkan dalam alat khusus dengan saringan
pasir lambat (biosand filter)
3.
Menjemur
air/SODIS (Solar Disinfection)
SODIS adalah metode
pengolahan air minum dengan menggunakan sinar matahari secara terus menerus
selama minimal 5 jam untuk membunuh mikroorganisme.
4.
Saringan
keramik (ceramic filter)
Air dimasukkan
dalam saringan keramik. Pori-pori yang ada dalam saringan tersebut akan menahan
mikroorganisme sehingga air yang dihasilkan aman untuk diminum.
5.
Klorinasi
Dengan cara
membubuhkan zat chlorin ke dalam air dengan takaran tertentu. Yang paling
sering digunakan di masyarakat yaitu Kalsium Hipoklorit (Kaporit) dalam bentuk
bubuk
Cara pengolahan air minum dengan SODIS
Alat dan bahan yang diperlukan:
1. Air yang akan diolah secara kasat mata harus
jernih.
2. Botol plastik bening ukuran
maksimum 1,5 liter dengan jumlah sesuai keperluan
3. Botol dapat diganti dengan kantong khusus SODIS
4. Jemur botol di tempat
terbuka, botol harus terkena panas matahari terus menerus selama minimal 6 jam
5. Jika hari hujan diselingi
cerah atau mendung, jemur botol selama 2 hari berturut-turut. Biarkan botol
berada di luar.
6. Air siap diminum
7. Bila ingin mempercepat
proses SODIS dapat digunakan alas berwarna hitam/gelap untuk menjemur
Pemeriksaan Bakteriologis Air dengan Metode H2S
Prinsip pemeriksaan ini
adalah dengan melihat ada tidaknya kelompok bakteri pembentuk H2S. Bakteri
penghasil H2S dapat digunakan sebagai indikator pencemaran tinja terhadap air.
Metode pemeriksaan H2S merupakan metode yang cukup mudah dan dapat dipercaya
untuk monitoring kualitas bakteriologis air di perdesaan.
Langkah-langkah pemeriksaan dengan metode H2S:
• Penyiapan media H2S: Tabung
reaksi/botol kaca/gelas volume 25-30 ml yang bertutup ulir, diisi dengan
tissue/kertas saring yang telah dilengkapi dengan media. penyediaan media harus
steril, baru boleh dibuka saat pengisian sampel air. Botol tersebut kemudian
disterilkan. Setelah selesai media H2S dalam botol didinginkan. Penyiapan media
H2S dilakukan oleh petugas laboratorium Kabupaten.
• Tuangkan sampel air
sebanyak 10 ml ke dalam botol yang sudah berisi media. Penuangan sampel air
dilakukan secara aseptis (pada saat membuka tutup botol, bibir botol
disterilkan di atas nyala lampu spiritus. Demikian juga sesudah menutup botol).
• Letakkan tabung pada rak tabung reaksi.
• simpan tabung-tabung reaksi
di tempat yang teduh, terlindung dari kontaminasi dan dieramkan selama 24 jam
pada suhu kamar (30-35o)
• Pembacaan sampel air dengan
memperhatikan perubahan warna sampel dalam tabung(jika positif maka sampel air
dalam tabung berubah menjadi hitam)
III.
PRAMUKA PENEGAK
-
Mengetahui
materi SSK Pramuka Siaga dan Penggalang
-
Dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya dan tanda-tanda air
bersih serta membedakannya dengan air kotor secara sederhana.
-
Dapat
memberikan penyuluhan tentang penyakit yang dapat ditularkan melalui air
-
Dapat memberikan penyuluhan cara mengangkat/ mengambil air dengan tidak
mengganggu kualitas air/mutu.
-
Dapat memberikan penyuluhan cara memperoleh air yang baik secara fisik
dan bakteriologis.
-
Dapat memberikan penyuluhan cara memperoleh air bersih melalui proses kimia
tertentu.
IV. PRAMUKA
PANDEGA
Tujuan:
- Menguasai materi SKK Siaga, Penggalang, dan
Penegak
- Dapat memberikan penyuluhan
tentang tanda-tanda air bersih, asal sumber air dan cara mengatasi gangguan
pisik (bau, warna, rasa)
- Dapat mengatasi/praktek membuat alat perbaikan
kualitas air
- Dapat membuat alat
peraga/maket tentang alat penurun kadar besi, air gambut, alat saringan air
sederhana, alat pembubuh kaporit.
A. Mengetahui dan dapat
melakukan cara memperoleh air bersih melalui metode pengolahan air dengan kimia
kaporit tawas, kapur tohor.
Air yang kotor (seperti
sungai,danau dll) dapat dijadikan air yang bersih dangan cara yang sederhana
yaitu melalui langkah-langkah berikut:
a. Bahan ini
(tawas) dapat dipergunakan pada hampir semua proses pengendapan air yang
memerlukan daya koagulan, sehingga ideal dipakai pada proses pengolahan air
permukaan (sungai, danau dll) untuk keperluan air minum, air bersih, industri
dll.
Cara pemakaian tawas ini sangat sederhana yaitu:
Sediakan air baku yang
keruh dalam ember 20 liter
Tuangkan campuran tawas AL2 (SO4) yang sudah digerus sebanyak 1/2 sendok teh dan
langsung diaduk perlahan-lahan selama 5 menit sampai larutan tersebut merata.
Setelah diaduk
diamkan/biarkan selama kurang lebih 10-20 menit sampai terbentuk gumpalan/flok-flok
dari kotoran/ Lumpur mengendap. Pisahkan air
jernih yang berada di atas
dari endapan, atau gunakan selang plastik untuk mendapatkan air yang telah
bersih, sehingga air siap dimanfaatkan.
Bila digunakan untuk minum
harus direbus sampai mendidih selama 5 menit atau didesinfeksi.
b. Poly
Aluminium Chloride
Selain bahan-bahan koagulan
yang telah disebutkan di atas terdahulu, saat ini telah diproduksi dan beredar
bahan penjernih air berupa Poly Aluminium Chloride (PAC) atau lazim disebut
Penjernih air cepat yaitu polimer dari garam aluminium chloride yang
dipergunakan sebagai koagulan/flokulan dalam proses penjernih air sebagai
pengganti aluminium sulfat. Bahan ini diproduksi secara fabricated yang dikemas
dengan cara sachet.
Kemasan
PAC terdiri dari:
1) cairan jernih yaitu
koagulan yang berfungsi untuk menggupalkan kotoran/Lumpur yang ada dalam air.
2) Bubuk putih yaitu kapur yang berfungsi untuk
menetralisir pH.
3) Manfaat:
Pac dapat
dipergunakan pada hamper semua proses pengendapan air yang memerlukan daya
koagulan yang tinggi sehingga ideal dipakai pada proses:
Pengolahan air sungai untuk
keperluan minum dan industri. Pengolahan limbah industri.
4) Cara penggunaan:
1. sediakan air baku yaitu: sungai, air yang keruh
dalam ember sebanyak 100 liter.
2. bila air baku pH rendah
(asam) maka tuangkan kapur (kantong bubuk) terlebih dahulu agar netral (pH = 7)
bila aor baku pH netral maka kapur tidak digunakan.
3. tuangkan larutan pac
(kantong A) ke dalam ember, langsung aduk perlahan-lahan selama 5 menit sampai larutan
tersebut merata.
4. setelah diaduk, biarkan
kurang lebih 5-10 menit sampai terbentuk gumpalan/flok-flok dari kotoran
(Lumpur dan mengendap, pisahkan air jernih dari endapan atau gunakan selang
plastik untuk mendapatkan air yang telah bersih, maka air jernih didapat siap
digunakan.
5. bila digunakan untuk air
minum direbus sampai mendidih atau didesinfeksi dengan aqualatos.
GAMBAR
Sket pengolahan air sederhana tersebut adalah
sebagai berikut:
Mengetahui syarat kualitas air dan dapat membedakan
kualitas air yang baik secata fisik.
Syarat air bersih dibedakan dalam tiga tingkatan
yaitu:
a. Syarat Fisik:
- tidak berwarna, artinya air itu jernih, bening dan tidak keruh atau
kotor
-
tidak
berasa, artinya air itu tidak asin, tidak asam, tidak payau, tidak
sepet/kelat/pahit.
- Air tersebut segar artinya suhu air tersebut
tidak melebihi suhu udara luar
- Tidak berbau, artinya air tersebut tidak berbau
amis, anyir, busuk, menyengat
b. Syarat Kimia:
-
tidak mengandung bahan-bahan kimia beracun seperti timah hitam (Pb), air
raksa (Hg)
-
kadar kimia unsur-unsur lain seperti besi (Fe) mangan (Mg) dan lainnya
tidak melebihi syarat yang ditetapkan (syarat-syarat terlampir).
-
Derajat kesamaan air harus normal tidak boleh terlalu sama atau terlalu
basa. Tanda derajat kesamaan itu ditandai dengan pH. Yang baik adalah pH antara
6,5 – 8.
- Tidak mengandung racun seperti bekas racun
tikus, nyamuk, pestisida dsb.
c. Syarat Bakteriologis (bibit-bibit/kuman
penyakit)
-
tidak mengandung bibit-bibit penyakit seperti bibit penyakit kolera,
tipus, disentri, kencing tikus dll.
Cara membedakan kualitas air yang baik secara
fisik adalah:
Warna jernih dan bening, dapat dibuktikan dengan
melihat dasar tempat air itu ditampung.
Airnya tidak berbau, dapat
dilakukan melalui indra penciuman. Air bersih , dapat dirasai melalui mulut
atau dicicipi dengan ujung lidah. Air segar, dapat dirasakan dengan tangan dan
mulut.
B. Mengetahui cara dan dapat
melakukan pemeriksaan air dengan alat yang sederhana.
a.
Kekeruhan:
-
Air dimasukkan ke dalam gelas atau tabung yang bening, warna air yang
keruh di dalam gelas yang putih dan bening tampak berbeda.
-
Kalau dalam kolam air atau bak mandi, diberi pecahan piring yang
berwarna putih didasar kolam, apabila pecahan piring yang ada di dasar kolam/bak
yang berisi air terlihat dengan jelas berarti
air itu jernih.
b. Rasa:
Dapat dicicipi melalui
lidah kita, apakah terasa asam, asin, pahit, payau, pahit, tawar dan
sebagainya.
c. Bau:
Dapat diketahui melalui
indra penciuman kita, apakah air bersih, amis, anyir, atau bau busuk.
d. Kesadahan:
Dapat diketahui apakah air
tersebut kalau dipakai mandi terasa licin. Kalau air itu licin atau tidak
berbusa kena sabun berarti itu sadah.
Kesadahan terjadi karena
berkontaminasi air dengan unsur seperti Na, Ca, mg, dsb. Kesadahan yang paling
banyak dijumpai adalah air laut atau air asin.
C. Dapat melakukan pemeriksaan
pH air, secara sederhana dengan komperator yang memepunyai dua tabung atau
dengan kertas lakmus.
a. Pemeriksaan air dengan komperator.
- sediakan komperator yang mempunyai dua (dua)
tabung.
- isikan tabung pertama
dengan air yang akan diperiksa dan bubuhi zat penunjuk seperti ortodoline,
bromthimal blue dan phenol red.
- isilan tabung kedua dengan
air yang sama tetapi tidak dibubuhi bakan yang disebut diatas (ortodoline
dsb.).
- kedua tabung dimasukkan
kedalam tempat pada komperator dan perhatikan perbedaan warna menurut nomor
(angka) yang ditunjukkan pada kedudukan warna penduga sama.
b. Menaikkan pH
air.
Dengan cara yang sederhana
ph air yang rendah dapat dinaikkan kadarnya dengan cara:
-
memberikan
kapur tohor
-
atau
diberi abu dapur, abu gosok atau sekam yang telah dibakar.
D. Mengetahui
sebab-sebab sabun tidak berbuih karena mengandung zat kimia tertentu.
-
Air tidak berbusa biasanya air tersebut mengandung zat kimia tertentu
seperti garam calsium (zat kapur) atau garam magnesium (zat mesiu) dalam kadar
yang berlebihan. Biasanya dinyatakan dalam derajat jerman (75 jerman).
-
Cara
menghilangkan garam-garam tersebut denga cara sederhana adalah:
= air bersih dipanaskan/dimasak
(untuk garam calsium dan mg atau magnesium)
= air bersih diendapkan.
= disaring dengan pasir dan pengolahan tertentu.
= dengan proses kapur soda
yaitu pemisahan Ca secara kimiawi kemudian diendapkan.
E. Khusus untuk Penegak dan
Pandega dapat mengetahui program pemerintah tentang kualitas air dan
demonstrasi penyaringan/pengolahan air sederhana seperti yang telah diuraikan
pada halaman sebelumnya.
F. Harus dapat melatih anggota
pramuka lainnya (tingkat dibawahnya) untuk mencapai skk kualitas air dam
memperoleh tkk nya.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar